TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 97


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Kau meremehkan ku, rasakan ini," ucap pria itu mengibaskan senjata tajamnya ke arah Grameisya.


Grameisya menghindarnya lalu menendang dada pria itu. Ia menangkap pergelangan tangan pria itu lalu menghentak dada pria itu dengan siku lalu membantingnya ke lantai.


Bak! Buk!


Bak! Buk!


Bak! Buk!


Bak! Buk!


Grameisya menghantam wajah pria itu hingga bonyok.


Mereka semua melongo karena melihat Grameisya hanya dengan dirinya sendiri bisa menghabisi pria bertubuh besar itu.


Setelah puas memukulnya, Grameisya menendangnya hingga tersudut.


"Sial! Dia kuat sekali, ayo kita pergi," ucap yang lain hendak kabur meskipun mereka dalam keadaan sakit.


"Jika sudah masuk ke ruangan ini tidak ada yang bisa kabur dari genggaman ku!" teriak Grameisya menendang punggung mereka hingga mereka terjatuh.


Pria yang satunya Grameisya langsung menendangnya hingga patah tulang rusuknya.


Sedangkan yang satunya, Grameisya menarik bajunya membalikan tubuh pria itu lalu mengangkat tinjunya.


Buuukk!


Hantaman keras itu membuat gigi-gigi pria itu patah dan mengeluarkan darah dari mulutnya. Grameisya menghentakkan kakinya di perut pria itu hingga pria itu pingsan.


Pria yang tulang rusuknya patah itu kesakitan dan berusaha untuk kabur lagi menyelamatkan diri. Tapi Grameisya datang dan ia menampar wajah pria itu hingga ia puas.

__ADS_1


Plak! Plak!


Plak! Plak!


Plak! Plak!


Tubuh pria itu gemetaran menahan sakit, dan sentuhan terakhir.


Buuuk!


Grameisya meninju dada pria itu dan pria itu pingsan.


Grameisya menyeret 2 orang pria itu dan membawanya keluar dari ruangan tersebut.


"Apa yang kalian tunggu lagi? Jika tidak ingin di jual, keluarlah," ucap Grameisya.


Mereka pun berbondong-bondong untuk keluar dari ruangan tersebut.


Dari belakang, Defli terkagum-kagum melihat Grameisya yang menyeret orang jahat itu.


Ia terbelalak.


"Kamu ...."


"Heh! Lain kali cari orang lemah saja, tapi ... tidak ada lain kali karena aku akan membuatmu lumpuh!" teriak Grameisya yang langsung meninju pria itu.


Buk!


"Aduuuuuh!" teriak pria itu kesakitan memegang bibirnya yang pecah.


"Kurang ajar!" Pria itu mengambil senjata api lalu menodong ke arah Grameisya.


Dengan sigap, Grameisya melompat menginjak tembok di sampingnya lalu mendarat di kepala pria itu.


Grameisya menjepit leher penjual itu dengan kakinya lalu memutarnya membuat pria itu berputar dan jatuh kelantai.


Grameisya menginjak tangan pria yang memegang senjata api itu lalu mengambil senjata apinya.

__ADS_1


"Wah, barang bagus nih," ucap Grameisya melihat senjata api yang ada ukirannya.


Grameisya terkejut karena ada ukiran agen rahasia.


"Apa! Tidak mungkin!" ucap Grameisya terbelalak.


"Aku kira agen rahasia itu hanya menumpas musuh-musuh mereka, ternyata mereka sudah melakukan hal yang di luar batas!" ucap Grameisya geram.


Melihat Grameisya lengah, pria itu ingin melarikan diri.


"Mau lari kemana kamu hah!" teriak Grameisya. Ia mengejar pria itu lalu menarik ujung baju pria tersebut lalu menariknya kebelakang.


Bruuuk!


Pria itu terjungkal kebelakang. Grameisya menarik kerah baju pria itu lalu menghajarnya lagi.


Bak! Buk!


Bak! Buk!


Bak! Buk!


"Karena kau adalah sekutu agen rahasia itu, maka aku tidak akan melepaskan mu!" ucap Grameisya.


Grameisya pun menarik tangan pria itu lalu mematahkan kaki dan tangannya pria itu.


Krak!


Krak!


Krak!


Krak!


"Aaaaaaaaaaaaa Aaaaaaaaaaaaa Aaaaaaaaaaaaa Aaaaaaaaaaaaa!" teriak pria itu kesakitan yang teramat sakit sekali.


...❤️❤️❤️❤️❤️...

__ADS_1


__ADS_2