
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Ya udah, kita langsung masuk ke dalam ruangan," ajak Jun.
Mereka pun masuk ke dalam ruangan tempat nge-jim.
Mereka pun mulai latihan, Grameisya mendekati angkat beban.
"Kamu cewek angkat beban? Yakin?" tanya Jun.
"Kenapa tidak," jawab Grameisya.
"Oke, baiklah. Kamu sanggup angkat berapa kilo?" tanya Jun menarik turunkan alisnya mengoda Grameisya. Kelihatan sekali jika Jun playboy.
"Ya, hanya beberapa kilo saja," jawab Grameisya.
"Oke, aku bantu meletakan bebannya, di mulai dari berapa?" tanya Jun.
"5 kilo sebagai pemanasan," jawab Grameisya.
"Apa? Sebagai pemanasan saja? Kau yakin?" tanya Jun tak percaya.
"Ya sudah kalau tak percaya, bagaimana kalau kita tanding," tantang Grameisya.
"Oke, yang kalah harus traktir makan besar malam ini. Sekali pun aku lelaki aku tidak akan mengalah," ucap Jun menyingsing lengan bajunya.
"Oke! Aku akan jadi wasitnya," ucap Amar senang.
"Oke, untuk permulaan, angkat beban 5 kg," ucap Amar.
Mereka memasukkan berat beban yang berbetuk lingkaran di kedua besi.
Mereka pun mengangkatnya.
__ADS_1
"Angkat beban 10 kg," ucap Amar lagi.
Mereka pun memasukkan lagi.
20 kg.
30 kg.
50 kg.
70 kg.
100 kg.
Jun dengan bersusah payah mengangkatnya.
120 kg.
150 kg.
Dengan berkeringat, Jun tetap mengangkatnya.
"Cukup! Aku nyerah," ucap Jun melempar beban itu ke depan.
Sedangkan Grameisya masih meletakan bebannya lagi hingga menjadi 250 kg.
"Gila! Kamu beneran cewek apa jelmaan cowok?" tanya Jun terkejut.
"Dia cewek jelmaan cowok aja bisa angkat lebih berat dari mu, kau yang cowok tulen aja nggak bisa," ejek Amar.
"Cih! Meledek aja kamu, sana kamu yang angkat," ucap Jun mencibir.
"Aku kan nggak ikut tantangannya," jawab Amar enteng.
Grameisya menambah lagi menjadi 300 kg dan ia mengangkatnya.
Mereka bertiga terkejut.
__ADS_1
"Gila nih cewek, jangan-jangan dia pemenang angkat beban," bisik Jun kepada Amar.
"Iya, kalo nggak mana mungkin dia berani nantang," jawab Amar.
Grameisya menambah lagi bebannya hingga menjadi 350 kg.
Mereka bertiga duduk melongo melihat Grameisya.
Grameisya menambah lagi bebannya hingga menjadi 370 kg. Setelah itu ia pun menjatuhkan bebannya ke lantai.
Keringatnya keluar cukup banyak dan ia pun duduk dengan meluruskan kakinya.
Prok! Prok! Prok!
"Keren banget Grameisya," puji Amar bertepuk tangan.
"Nih minum untuk kamu," ucap Lio mengulurkan sebotol mineral kepada Grameisya.
Grameisya pun menerimanya.
"Hay semua." Tiba-tiba saja seseorang masuk ke dalam ruangan.
Semua mata melihat ke arah suara tersebut dan dia adalah Alina. Alina masuk dengan tersenyum dengan gaunnya yang seksi hingga nampak pahanya sebelah kiri.
"Hay Alina. Wah kebetulan sekali kamu datang, cantik sekali kamu hari ini," ucap Jun datang mendekati Alina.
Melihat Alina datang, Grameisya meneguk air itu hingga habis lalu membuangnya begitu saja.
'Ck! Aku akan mengerjai mu nanti,' batin Grameisya.
Ia berdiri sambil menyeka wajahnya dengan handuk kecil. Ia pun mengambil handuk kecil yang tersedia di sana lalu mengikat tangannya.
Ia pun berdiri di depan samsak tinju itu.
"Grameisya, kenapa kamu nggak pake sarung tinju?" tanya Jun.
"Tidak perlu. Karena menghadapi musuh aku harus meninjunya dengan tangan ku sendiri tanpa pelindung," jawab Grameisya melihat ke arah Alina tajam.
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️...