
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
"Oh, kau mau pergi untuk menghancurkan markas?" tanya pria itu tersebut sambil tersenyum sinis.
"Tentu saja, aku harus membalaskan dendam atas pengkhianatan yang di lakukan oleh Josh. Belum lagi pembantaian atas keluargaku, aku tidak terima itu, dan orang seperti dia kalian ikuti? Sungguh sia-sia aku menyelamatkan nyawa kalian waktu itu dan pada akhirnya aku di khianati semua orang yang sudah aku perjuangkan," ucap Grameisya tersenyum getir.
"Kau tidak akan bisa mengalahkan ketua agen, mereka terlalu kuat untuk kau kalahkan," ucap pria itu menaik sudut bibirnya.
"Aku tidak datang sendirian untuk menyerahkan nyawa ku begitu saja. Aku yang dulu dan aku yang sekarang itu berbeda, dulu aku yang hanya kuat tapi tidak otak seperti terakhir kali di katakan oleh Kino. Tapi sekarang aku punya kuat dan punya otak, kau akan melihat kehancuran ketua yang sudah kau perjuangkan itu," ucap Grameisya.
Kedua pria itu hanya diam.
"Aku ke sini untuk mengatakan itu dan melihat kalian jika kalian baik-baik saja, semoga hidup kalian lebih lama lagi biar kami juga bisa menyiksa kalian lebih lama juga," ucap Grameisya tersenyum sambil berdiri.
__ADS_1
"Kau tidak akan bisa mengalahkannya!" teriak pria itu.
"Teriak lah lebih keras lagi! Mungkin Josh akan mendengar teriakan mu dan datang menjadi seorang malaikat menyelamatkan kalian," ucap Grameisya berbalik badan dan mengibaskan tangannya kebelakang.
"Kalian masih belum sadar juga. Tidakkah kalian ingat di saat aku menyelamatkan kalian berdua dalam maut yang senantiasa bisa membunuh kita bertiga. Tapi aku rela menyelamatkan kalian sekali pun aku tahu aku bisa mati saat itu? Tapi yang aku pikirkan adalah kalian. Tapi ya sudahlah, itu cerita lama, mengingatnya membuat masa laluku menjadi tergores lagi. Ayo kita pergi," ajak Grameisya menggandeng tangan Alneozro keluar dari ruangan tersebut.
Pengawal itu pun menutup pintu tersebut dan mereka pun berjalan keluar.
Mereka kembali masuk ke dalam mobil. Grameisya menarik nafas sambil mengengam tangannya.
"Hufffttt."
"Aku tidak gugup, hanya saja aku tidak sabar menanti hari esok. Apa pun terjadi aku harus siap, sekali pun aku terluka para dan hanya menyisakan satu nafas saja yang penting aku bisa mengengam jantung Josh," ucap Grameisya.
"Kau tidak akan ku biarkan terluka, kau dan aku harus bersama untuk menyaksikan kehancuran Josh," ucap Alneozro.
Mereka pun meninggalkan markas tersebut dan pulang ke rumah.
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️
Ke esokkan harinya.
Mobil Alneozro sudah terparkir di depan rumah. Alneozro pun masuk ke dalam rumah Grameisya yang di sambut oleh Deval dengan suka cita.
"Alneozro, ayo masuk Nak," ajak Deval.
"Terima kasih Papa," jawab Alneozro tersenyum.
Grameisya memakai baju biasa dan menghampiri Deval.
"Papa, aku izin sama Papa untuk bawa Grameisya," ucap Alneozro.
"Papa izinkan, tapi tolong jaga Grameisya dengan baik ya, kira-kira kalian berapa lama berliburnya?" tanya Deval.
"Hm sampai Grameisya puas Pa," ucap Alneozro melihat ke arah Grameisya.
__ADS_1
"Haishhhh, Papa jadi iri sama kalian berdua. Pergilah berlibur dan nikmatin masa kalian berdua, dan pulanglah dengan selamat ya," ucap Deval menepuk lengan Alneozro dengan mata berkaca-kaca.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...