TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 38


__ADS_3

"Aku yang saat ini tidak mungkin bisa melawan mereka sebanyak itu. Dengan adanya surat ini di tangan ku, mereka pasti kalang kabut," ucap Grameisya.


Grameisya pun kembali mengendap dan menghampiri mobil Alneozro. Sedangkan di markas terlihat sibuk.


"Ada apa di markas itu? Di mana Grameisya?" tanya Alneozro.


"Aku di sini, ayo cepat kita pergi," ajak Grameisya.


Menyadari ada pergerakan, para pengawal itu pun masuk mobil dan mengejar mobil Alneozro.


"Biar aku yang stir, aku tahu jalan yang tidak mereka tahu," ucap Grameisya.


Grameisya ambil alih kemudi kemudian ia memberhentikan mobilnya membuat para mobil itu mengejar para mobil pengawal Alneozro.


Grameisya pun menghidupkan mobilnya dan berbelok arah lalu masuk ke dalam semak-semak.


"Kemana kau akan pergi?" tanya Alneozro. Mereka di dalam mobil itu terombang ambing karena jalan yang tidak begitu bagus.


Dan sampailah mereka ke jalan besar setelah melewati semak belukar.


Grameisya menambah kecepatan mobil itu menuju bandara jet pribadi Alneozro.

__ADS_1


Tak terasa pagi datang menjemput. Mereka pun sampai di tempat jet pribadi Alneozro.


"Bagaimana keadaan kalian?" tanya Alneozro kepada pengawalnya.


"Kamu baik-baik saja Tuan, untung kami berhasil mengelabui mereka juga sehingga mereka kehilangan jejak kami, sebentar lagi kami akan sampai," ucap pengawal itu.


Pria yang berhasil mereka tangkap itu di bawa masuk ke dalam jet pribadi. Grameisya pun masuk ke dalam pesawat.


Terlihat dari kejauhan ada 2 mobil yang datang.


Dor! Dor!


Dor! Dor!


Tembakan itu mengarah ke arah jet Alneozro.


"Cepat naikkan jetnya!" perintah Alneozro kepada pilotnya.


Jet pun lepas landas ke udara membuat mereka tidak bisa menembak lagi.


Mereka pun sudah berada di udara dengan ketinggian maksimal jetnya, semua kemampuan pilot nya pun di kerahkan.

__ADS_1


"Ha-ha-ha, kau pikir mereka akan melepaskan mu begitu saja Alneozro? Kau hanya tunggu waktu saja sampai aku di temukan," ucap pria itu tertawa.


"Sampai waktu mereka mendapatkan mu maka kau sudah tidak bernyawa lagi," ucap Alneozro.


"Ada ada dengan dia?" tanya Grameisya.


"Dia terlalu banyak tahu masalah perusahaan ku, entah berapa banyak informasi yang sudah ia berikan kepada agen rahasia itu. Aku harus membuatnya menjadi idiot demi privasi perusahaan ku. Tidak menyangka orang yang aku percaya adalah mata-mata," ucap Alneozro.


"Kenapa tidak kau bunuh saja?" tanya Grameisya.


"Aku tidak mau mengotori tanganku sendiri untuk membunuhnya, mereka pasti akan menyelamatkannya dan saat itu aku akan pasang jebakan. Setelah mereka tahu dia idiot mereka yang akan membunuhnya sendiri," jawab Alneozro.


"Bagaimana dengan pengawal mu yang lain?" tanya Grameisya saat melihat keluar jendela, sepetinya mereka sudah pergi jauh.


"Kita tunggu saja, semoga mereka baik-baik saja, jika tidak ada kabar juga aku akan kirimkan beberapa orang untuk memeriksa tempat kejadian nanti," jawab Alneozro.


"Kau ... bicara masalah rencana mau apa tidak takut aku bocorkan?" tanya Grameisya.


"Kita berada di kubu yang sama, jika tidak, tidak mungkin kau ambil berkas penting agen itu," ucap Alneozro melihat tangan Grameisya yang masih mengengam erat berkas tersebut.


"Aku hampir melupakannya, aku akan memeriksa surat ini dulu sebelum kita kembali ke negara A," ucap Grameisya.

__ADS_1


Ia pun duduk di sebuah kabin yang hanya dirinya sendiri.


Yang ia dapatkan bukan hanya surat bangunan. Tapi juga sebuah foto.


__ADS_2