TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 198


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


"Berapa kau sanggup bayar?" tanya Amar.


"Aku mau gratis," ucap Grameisya.


"Haishhhh, kau dan Alneozro sama saja. Ya udah, kamu datang sekarang ke tempatku," ucap Amar.


"Aku nggak bisa datang sekarang, aku sedang di sekolah. Mungkin setelah pulang sekolah," ucap Grameisya.


"Baiklah, kalau begitu kau berikan aku akunnya untuk ku carikan ID-nya. Akan ku beri tahu kamu nanti," ucap Amar.


"Ada di web. Nama akunnya KITA," ucap Grameisya.


"Baiklah kalau begitu," ucap Amar.


Panggilan pun di putuskan.


☘️☘️☘️☘️☘️


Saat pulang sekolah. Seperti yang di janjikan Grameisya, ia akan datang ke rumah sakit.


Grameisya masuk ke dalam mobil.


"Pak, kita ke rumah sakit," pinta Grameisya.


"Ke rumah sakit mana Nona?" tanya Pak Ahmad.


"Perawang medikal," jawab Grameisya.

__ADS_1


"Baik Nona," jawab Pak Ahmad.


Mobil pun melaju di jalan menuju rumah sakit.


☘️☘️☘️☘️☘️


Perjalanan yang memakan waktu tidak begitu lama. Mereka pun sampai di rumah sakit.


Grameisya turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah sakit.


Grameisya pun menuju meja pendaftaran.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya petugas rumah sakit itu.


"Aku ingin membesuk temanku yang sakit, namanya Ferdi," ucap Grameisya.


"Hm ... dia ada di kamar tulip lll," jawab petugas tersebut.


"Oh oke, terima kasih," ucap Grameisya mengangguk tersenyum.


"Hm ... di sini tempatnya," ucap Grameisya.


Grameisya pun membuka pintu kamar tersebut dan itu membuat Ferdi terkejut sambil menyemburkan makanan dari mulutnya.


"Kau ... kau kenapa bisa ada di sini?" tanya Ferdi terbelalak.


"Kenapa aku tidak boleh ada di sini? Aku kan teman sekolahmu, lagian yang membuat cidera itu adalah ketidak sengajaan ku, jadi aku datang untuk meminta maaf pada mu," ucap Grameisya.


Ferdi menelan ludahnya dan ketakutan.


"Ka-kamu ... tau dari mana?" tanya Ferdi gugup.


"Pak Ali yang bilang. Terus bagaimana aku harus bertanggung jawab?" tanya Grameisya tersenyum manis tapi menyeramkan.

__ADS_1


"Ti-tidak perlu, ka-kamu pergi saja!" usir Ferdi.


"Kenapa kamu mengusir ku, aku datang dengan tulus ingin meminta maaf padamu. Jadi ...." Grameisya mengelus pergelangan kaki Ferdi dengan lembut.


"Mau apa kamu?" tanya Ferdi berusaha untuk menghalangi kakinya.


"Aku hanya ingin mengulang ketidak sengajaan ku untuk kali ini, bolehkan?" ucap Grameisya mengedipkan matanya sambil tersenyum.


Dan ...


Krak!


Grameisya mematahkan pergelangan kaki Ferdi.


"Aaaaaaaaaaaaa Aaaaaaaaaaaaa!" teriaknya kesakitan.


"Oke, jam besuk ku sudah selesai. Aku pergi dulu ya, selamat bersenang-senang di rumah sakit," ucap Grameisya melambaikan tangannya.


Ferdi mengambil telpon yang tersedia di sana dan menelpon suster.


"Susteeeeeeeeeeerrrrrrrrrrr! Tolooooonggg! Kaki ku pataaaaah!" teriak Ferdi.


Mendengar teriakan amat kencang dari telpon para suster berbondong-bondong datang. Suster yang lain memanggil dokter.


Grameisya melewati beberapa suster itu sambil berlenggang. Sedangkan para suster itu berlari menuju kamar Ferdi.


"Suster! Suster! Tolooooonggg! Kaki ku ... Kaki ku patah," ucap Ferdi terbaring dengan menahan sakitnya.


Dokter pun datang dan memeriksa kaki Ferdi.


"Kok bisa patah, kamu tidak ngapa-ngapain kan?" tanya Dokter itu.


"Ada monster yang datang tadi dan mematahkan kaki ku," ucap Ferdi.

__ADS_1


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


[Aku berusaha buat update. Kalian juga ya jangan lupa like, vote, komen, iklan dan hadiah ya terima kasih]


__ADS_2