
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️☺️...
^^^❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️^^^
"Jika tidak mereka akan membunuh Papa," ucap Deval.
Grameisya menghela nafas.
"Heru benar-benar keterlaluan! Sepertinya mematahkan tangan yang satunya itu tidak cukup, aku akan pergi mencarinya dan mematahkan semua bagian tubuhnya dan meremukkannya!" ucap Grameisya geram. Ia hendak pergi untuk mencari Heru.
"Tunggu dulu, aku akan telpon Lio untuk segera datang ke sini, untuk mengobati Papa," ucap Alneozro.
"Iya. Sepertinya orang di rumah ini pada mati semua, tidak berguna! Lihat orang sakit bukannya di tolong, cuma di lihat aja dan tidak berbuat apa-apa," ucap Grameisya melihat ke arah Dodo dan Hino.
Dodo dan Hino diam saja, mereka pun keluar dari kamar Deval dengan wajah masam.
Alneozro pun mengambil ponselnya dan menelpon Lio.
Tuuut! Tuuut!
Tuuut! Tuuut!
"Halo," jawab Lio.
"Lio, kau datang ke rumah Grameisya sekarang," punya Alneozro.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Lio.
"Calon mertua ku terluka, kamu cepat datang," ucap Alneozro yang langsung memutuskan panggilannya.
"Maafkan Papa yang lemah ini ya Grameisya, di saat kamu tidak ada, selalu saja ada masalah seperti ini," ucap Deval merasa bersalah.
"Aku juga heran, kenapa di sata aku tidak ada di rumah Heru datang membuat masalah di rumah ini, kenapa dia bisa tahu kalau aku tidak di rumah?" tanya Grameisya berpikir.
"Papa juga tidak tahu," ucap Deval dengan suara lemas.
"Apa ada seseorang yang memberi tahunya?" tanya Alneozro.
"Semua pelayan yang ada di rumah ini adalah pelayan yang sudah di pilih, tidak ada pelayan Heru lagi di rumah ini, tapi tidak tahu jika ada salah satu dari mereka yang memberi tahu atau ... anggota keluarga ini yang memberi tahunya," jawab Grameisya.
"Sepertinya semua harus di selidiki, meskipun entah memang dia datang sendiri ke sini atau ada yang memberi tahunya, kita tetap harus waspada," ucap Alneozro.
Brummm...
Brummm...
Mobil Lio masuk ke pekarangan rumah Grameisya.
Lio keluar dari mobilnya dan melihat ke arah rumah itu sejenak.
"Eh, itu bukannya dokter terkenal itu, dokter Lio temannya Tuan Alneozro," ucap Gladis melihat Lio yang melangkah masuk ke dalam rumah.
Ia cepat-cepat menghampiri Lio yang sedang membawa peralatan medisnya.
__ADS_1
"Selamat datang dokter Lio," sapa Gladis dengan senyum yang mengembang.
"Eh Nona, terima kasih," ucap Lio membalas senyumannya.
"Panggil saja aku Gladis Tuan Lio."
"Oh, Nona ... Gladis," ucap Lio yang belum terbiasa.
"Suara Tuan Lio sangat merdu, ayo duduk dulu Tuan, saya buatkan minuman spesial untuk Anda," ucap Gladis.
"Eh tunggu dulu!" panggil Lio tapi Gladis keburu ke dapur.
"Di mana ya Alneozro?" tanya Lio mengambil ponselnya untuk menelpon Alneozro.
Baru saja memegang ponselnya, Mia datang mendekat.
"Ya ampun, Tuan Lio Anda mampir ke sini, senangnya," ucap Mia memegang lengan Lio.
"He-he-he, iya." angguk Lio sedikit risih.
"Tuan Lio, aku udah cantik belum? Hm kita pergi jalan-jalan keluar ya," ajak Mia.
"Hey! Apa yang kamu lakukan!" terima Gladis yang saat itu sedang membawa minuman di sebuah Napan.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
[Jangan lupa like, vote, komen, iklan tips dan hadiah terima kasih]
__ADS_1