
Happy reading 🥰🥰
-
❤️❤️❤️
"Ah, masa kamu nggak mau merubah sih? Bagaimana kalau 20%?" tawar Defgi.
Notaris itu menimbang-nimbang tawaran Defgi.
Tawaran yang sangat mengiurkan.
"Baiklah, aku terima. Tapi sebelum aku merubahnya, kau harus memberiku sahamnya dulu. Jika tidak, aku tidak akan merubahnya," ucap notaris tersebut.
"Iya, aman itu," ucap Defgi tersenyum.
Mereka pun berjabat tangan menandakan jika mereka bekerja sama.
Sesampainya di sekolah, Grameisya turun dari mobil.
Mereka berbisik-bisik kembali.
"Sudahlah, biarkan saja mereka," ucap Grameisya yang tidak terlalu peduli dengan apa yang mereka ceritakan, jalani saja hidup seperti biasanya.
__ADS_1
"Astaga! Dia buat ulah lagi ya, ya ampun! Benar-benar parah banget," ucap mereka terbelalak.
"Kalau menurut aku, karena dia sudah banyak masalah dan memalukan sekolah ini, maka para sepupunya juga harus keluar dari sekolah ini, dari pada memalukan sekolah ini, ya kan?" ucap mereka memandang sinis.
"Benar, kelakuannya benar-benar keterlaluan! Ini sudah mencoreng nama baik sekolah kita. Bagaimana kalau kita demo saja, kepada pihak sekolah untuk mengeluarkan mereka?" saran yang lain.
"Setuju tuh," ucap mereka.
Beberapa murid mendatangi meja Grameisya.
BAM!
Murid itu memukul meja Grameisya.
"Kamu nggak tau apa yang sudah di lakukan oleh Yessy dan Mamanya di luar sana?" tanya mereka.
"Tidak tahu dan nggak mau tahu, yang aku tahu semua itu nggak penting bagi ku," jawab Grameisya.
"Astaga! Keluarga macam apa kalian?" tanya gadis itu tak habis pikir melihat Grameisya yang sama sekali tidak peduli itu.
"Hey! Gara-gara Tante kamu itu, nama sekolah kita menjadi jelek tau!" ucap merek memberi tahu.
"Oh ya? Menjadi sejelek apa? Yang aku tahu nama sekolahnya tidak berubah, tetap saja nama sekolahnya terpampang di papan tamplet di depan sekolah. Tidak berubah menjadi sekolah jelek," ucap Grameisya.
__ADS_1
Mereka sungguh tak bisa berkata-kata.
"Kamu ini, pura-pura tidak tahu atau bodoh!" ucap mereka geram.
"Yang bodoh itu kalian! Masalah ini biarkan saja pihak sekolah yang memutuskannya, kok kalian yang sibuk sih? Tugas kalian itu belajar, malah mengurus di luar dari pelajaran. Apa kalian sedang senggang sehingga tidak punya pekerjaan," ucap Grameisya dengan nada tinggi.
"Kamu ini ya? Lihat saja, tunggu kamu di keluarkan dari sekolah, baru kami akan tenang," ucap mereka pergi meninggalkan meja Grameisya tersebut.
Grameisya mengambil ponselnya dan mengeceknya.
Ternyata video masalah Mila tranding lagi. Kali ini ia di siram pakai air oleh seorang wanita lagi.
"Dasar tidak tahu diri! Beraninya kau menggoda suamiku! Dia ini punya anak punya istri! Kau ini apa tidak punya kerjaan lain apa selain menggoda suami orang! Dasar sampah!" maki wanita itu.
"Hey! Suami mu yang bilang kalau dia duda! Seharusnya kau tanya dulu padanya. Kenapa marah-marah padaku!" balas Mila.
"Apa! Papa! Kamu bilang kamu duda!" ucap wanita itu menatap balik ke arah suaminya dengan tatapan menyeramkan.
"Tidak Ma, dia yang datang padaku tiba-tiba menggoda ku, aku tidak pedulikan dia, tapi dia terus membujukku dengan rayuan," ucap pria itu mengelak.
"Bohong! Dia bilang padaku minta di temani karena dia sudah tidak punya istri lagi, dia bilang dia juga tidak punya anak juga," ucap Mila.
❤️❤️❤️
__ADS_1