TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 196


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


Ia melihat foto Deval yang tidak memakai baju dengan seorang wanita yang wajahnya di sensor.


Berita-berita miring seperti itu cepat menyebarnya.


'Pantasan saham Papa menurun karena foto ini?' batin Grameisya.


Bukan hanya itu, foto Grameisya menjadi wanita malam juga tersebar.


"Gampang sekali mereka buat foto begini dan bodohnya para massa percaya, benar-benar payah," ucap Grameisya yang tidak begitu peduli dengan masalahnya.


"Kamu ... tidak peduli?" tanya Gladis.


"Berita sampah seperti ini entah siapa yang melakukannya, biarkan saja. Aku ingin melihat siapa yang sudah membuat masalah ini," ucap Grameisya.


Gladis menaikan alisnya bingung.


"Kau sangat santai," ucap Gladis.


"Untuk apa sibuk-sibuk, biarkan saja," ucap Grameisya.

__ADS_1


"Ya udah kalau begitu," ucap Gladis mengangkat bahunya dan meninggalkan kamar Grameisya.


Grameisya mengambil iPad-nya dan melihat gambar-gambar memalukan itu.


"Kali ini siapa yang sudah menyebar foto-foto seperti ini ya? Padahal aku mendanai untuk perkembangan perusahaan Papa, tapi sepertinya saat ini belum bisa ku lakukan," ucap Grameisya.


Tok! Tok!


Tok! Tok!


Cklek!


"Papa," ucap Grameisya.


Grameisya pun menutup pintu kamarnya dan mengikuti Deval dan sampailah mereka di taman belakang.


Di sana ada kursi, Deval menghempaskan tubuhnya di kursi itu. Ia tampak sedih dan kecewa.


"Papa sedih sekali," ucap Grameisya duduk di samping Deval.


"Sedih banget, entah siapa yang melakukannya, sekarang saham Papa makin anjlok. Enggak tau gimana Dodo dan Heru," ucap Deval.


"Foto itu?"


"Iya," jawab Deval menarik nafas berat.

__ADS_1


"Papa, Papa nggak perlu khawatir. Aku akan bantu cari siapa yang udah sebar foto editan itu. Aku akan menangkapnya dan memberikan kepada Papa," ucap Grameisya.


"Tapi ini agak sedikit sulit. Karena sebelum kita ketemu dengan pelakunya saham Papa terus menurun. Entah sampai kapan harus menunggu. Papa juga nggak punya uang buat bayarin orang untuk mencari ID orang itu," ucap Deval memegang kepalanya, ia terlihat pusing.


"Papa nggak perlu khawatir, akan aku usaha kan mencari tahu," ucap Grameisya.


"Hm Papa nggak enak minta tolong sama Alneozro, uang kemaren dia udah kirim ke Papa, dan pada akhirnya saham Papa tetap saja menurun. Papa nggak tau lagi entah bagaimana kedepannya," ucap Deval.


'Alneozro bukan nggak bisa bantu, hanya saja, aku nggak nggak enak merepotkan dia. Kalau begitu aku coba kabarin Amar dan yang lain, mungkin mereka juga punya pengawal khusus IT,' batin Grameisya.


"Ya udah, Papa nggak usah pusing mikirin masalah ini ya, Papa fokus aja sama saham saja," ucap Grameisya menenangkan.


"Mau bagaimana lagi, ya udah kamu pergilah istirahat. Akan Papa pikirkan bagaimana biar saham Papa tetap stabil meskipun nggak bisa naik lagi," ucap Deval.


"Iya, kita harus berusaha Papa sekali pun kita nggak tau di mana titik akhirnya. Papa harus semangat," ucap Grameisya memberikan senyum manisnya.


"Kamu ini ya, setidaknya Papa punya kamu sebagai penyemangat Papa," ucap Deval mengelus rambut Grameisya.


"Ayo lah Papa, aku bukan anak kecil lagi," ucap Grameisya.


"Selamanya kamu tetaplah anak kecil Papa," ucap Deval tersenyum.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


[Jangan lupa like, vote, komen, iklan dan hadiah ya terima kasih]

__ADS_1


__ADS_2