TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 118


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Grameisya menangkap kepala pria itu lalu menghempaskannya ke lantai.


Grameisya mengeluarkan senjata tajamnya dan sat set sat set.


Ia membunuh keempat orang itu.


Selanjutnya, ia pun masuk ke dalam. Terlihatlah Deval yang di ikat.


"Papa," ucap Grameisya yang kini Papanya ada di depan mata.


"Grameisya, jangan ke sini Nak!" teriak Deval.


Grameisya memberhentikan langkahnya. Di mana Adinda? Apa bila dia tidak ada bersama Papanya itu berarti dia sedang mengintainya.


Ada pergerakan dari belakang, Grameisya menghindar dan menangkapnya.


Ternyata sebuah anak panah yang melintas. Akan tetapi tiba-tiba saja seorang wanita datang dan menghujamnya dengan senjata tajam.


Grameisya menghindarinya, Adinda terus menerus menyerang Grameisya, Grameisya juga terus menghindarinya.


Ada celah, Grameisya menendang perut Adinda hingga ia terjatuh. Grameisya pun menancap Adinda dengan pisau itu, tapi Adinda berguling ke samping.


Adinda menyerangnya kembali, Grameisya menunduk lalu menusuk Adinda hingga ia terluka di bagian perutnya.


"Sial! Aku terluka," ucapnya.

__ADS_1


"Tunggu saja pembalasan ku," ucap Adinda segera kabur.


"Heh! Hanya segitu saja kemampuan mu!" terima Grameisya.


"Papa." Grameisya datang mendekat dan ia pun Deval lalu membuka talinya.


"Papa baik-baik saja kan?" tanya Grameisya.


"Grameisya." Deval langsung memeluk Grameisya dengan erat dan mata berkaca-kaca.


"Eh Papa, jangan nangis. Kita udah selamat sekarang. Ayo kita pulang," ajak Grameisya.


Deval mengangguk dan mereka masuk ke dalam mobil.


Perlahan-lahan mobil pun melaju di jalanan meninggalkan tempat tersebut.


Di perjalanan, mereka menikmati perjalanan di mana suara memecah kesunyian.


"Papa jangan ngomong gitu. Papa udah bekerja keras untuk menghidupiku selama ini. Tapi untuk waktu dekat ini Adinda tidak akan menganggu, tapi tidak tahu jika dia akan kembali lagi," ucap Grameisya.


"Iya, Papa akan hati-hati," jawab Deval mengangguk.


☘️☘️☘️☘️☘️


Waktu subuh, mereka baru sampai di rumah. Grameisya memasukkan mobil ke dalam garasi.


Mereka pun turun dari mobil.


"Ya udah, Papa jangan pikirkan masalah tadi, langsung istirahat ya," pesan Grameisya.


"Iya. Kamu juga," ucap Deval.

__ADS_1


Kemudian, mereka masuk ke dalam rumah.


"Lho? Nona? Tuan Deval?" Pak Ahmad yang dari tadi menunggu di teras rumah bingung karena Grameisya tadi pergi sendiri, pulang malah berdua.


"Lho? Bapak nggak tidur?" tanya Grameisya.


"Enggak, nungguin Nona pulang, takut terjadi sesuatu pada Nona. Tapi kenapa ada Tuan juga bersama Nona, tadi kan Non pergi sendiri?" tanya Pak Ahmad bingung.


"Oh, tadi Grameisya menjemput ku saja kok, sudah ayo kita istirahat," ajak Deval.


Ia tak ingin orang rumah tahu masalah ini.


Grameisya mengangguk dan kembali ke dalam kamar masing-masing.


☘️☘️☘️☘️☘️


Triring! Triring!


Triring! Triring!


Bruk!


Grameisya terjatuh dari ranjangnya karena mendengar suara ponselnya.


"Aduuuuuh! Mengagetkan saja sih!" gerutu Grameisya mengambil ponsel dari atas meja.


"Ha, halo," jawab Grameisya dengan mata terpejam.


"Pagi sayang," ucap Alneozro.


"Oh salah sambung," ucap Grameisya memutuskan panggilannya dan ia naik kembali ke atas ranjangnya dan tidur lagi.

__ADS_1


...❤️❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2