TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 40


__ADS_3

🍑🍑🍑


Akhirnya, mereka pun sampai di kota A.


"Kau yakin jika tidak ingin kau antar? Ini sudah malam sekali," tawar Alneozro lagi.


"Tidak perlu. Kau urus lah orang yang kau tangkap itu, aku pergi dulu," ucap Grameisya. Ia pun melangkahkan kakinya keluar dari jet pribadi Alneozro lalu pergi ke jalan besar.


"Taksi!" teriak Grameisya kesebuah taksi yang melintas.


Taksi itu berhenti di depan Grameisya dan Grameisya pun naik ke dalam.


Supir taksi itu membetulkan cermin di depannya menghadap ke arah Grameisya.


"Mau kemana Nona?" tanya Supir taksi itu.


"Ke jalan manggis nomor 29," jawab Grameisya.


"Baik Nona." angguk supir taksi itu.


Mobil pun meluncur di jalanan. Grameisya meletakkan kepalanya di kursi taksi untuk melepaskan lelahnya.


Taksi sedikit terguncang membuat Grameisya membetulkan tempat duduknya.


"Pak, ini di mana?" tanya Grameisya saat melihat bukan lagi jalan arah pulang.

__ADS_1


"Oh, ini jalan pintas, Nona tenang saja, cepat sampainya kok," jawab supir itu tersenyum.


Grameisya menekuk alisnya curiga, akan tetapi jalan itu malah menuju tempat sepi.


Mendadak saja taksi itu berhenti.


"Enggak bener nih. Mau apa kamu?" tanya Grameisya.


"Aku melihat adek sangat cantik membuat aku terpesona, bagaimana kalau kita lakukan di sini, aku akan beri adek uang 300 ribu," ucap pria itu tersenyum mesum.


"Cuma 300 ribu? Harga diri ku mahal Bang, bagaimana kalau 1 juta?" tawar Grameisya.


"Hm ... bolehlah, tapi layani Abang dulu," ucap pria itu seperti sudah tidak tahan lagi.


"Baiklah kalau begitu, aku layani sampai Abang puas," ucap Grameisya mendekati supir taksi itu.


"Aduuuuuh!" teriak pria itu memegang wajahnya.


Grameisya menarik kepala pria itu lalu membenturkan ke dinding taksi.


BAM!


Grameisya menarik lagi kepala pria itu dan menghantamnya lagi.


"Ampuuuun! Tolong hentikan!" teriak pria itu kesakitan.

__ADS_1


"Lho? Kenapa berhenti? Kan belum puas," Jawab Grameisya lagi-lagi menghantamnya.


"Tolong ampuni saya kakak, saya tidak akan melakukannya lagi! Tolong berhenti,saya sudah babak belur," rengek pria itu menahan tangis.


matanya sudah bengkak dan bibirnya keluar darah.


"Baiklah, aku akan berhenti, tapi untuk sentuhan terakhir kalinya, kamu tahan ya," ucap Grameisya mengangkat tangannya tinggi-tinggi lalu menghantam bagian utamanya.


"Aaaaaaaaaaaaa Aaaaaaaaaaaaa Aaaaaaaaaaaaa Aaaaaaaaaaaaa Aaaaaaaaaaaaa Aaaaaaaaaaaaa!" setelah berteriak, pria itu pun pingsan.


Grameisya meletakkan pria itu di kursi belakang lalu ia duduk di kursi depan.


Mobil pun meluncur di jalanan kembali untuk pulang ke rumahnya.


Belum sampai di rumahnya, Grameisya sebagai memberhentikan mobil tersebut di pinggir jalan, agar tidak ada yang menyadari jika ia pulang.


Dari jarak ia berhenti dan ruang itu berjarak 250 meter, ia pun meninggalkan taksi itu dan berjalan kaki menuju rumah.


Grameisya memanjat ruang itu dan hingga ia sampai di depan jendela.


'Aku ingat tidak aku kunci jendela ini,' batin Grameisya.


Ia pun mencongkel jendela itu dan benar saja, jendela kamarnya pun terbuka.


Grameisya segera masuk ke dalam dan ia menutup kembali jendela kamarnya.

__ADS_1


Grameisya memeriksa pintunya yang juga tidak terkunci. Ia pun segera menguncinya.


"Kira-kira berkas ini di mana aku simpan ya?" tanya Grameisya mencari tempat yang simpan yang tidak di temui orang, karena berkas itu sangat penting.


__ADS_2