
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Saya Amar Om," ucap Amar juga menyalami Deval.
"Saya Lio," ucap Lio juga memperkenalkan diri.
"Ayo masuk," ajak Deval.
"Terima kasih Om, tidak perlu repot-repot Om, sebenarnya kami ingin mengajak Grameisya makan malam di luar," ucap Jun.
"Hm ...." Deval melihat ke arah Grameisya. Masih ada rasa khawatir kejadian kemaren itu.
"Ya sudahlah, tapi jangan pulang malam-malam ya, tolong antar Grameisya dengan selamat ya," pesan Deval.
"Iya Om, tenang saja, kami akan menjaga Nona Grameisya dengan sangat baik," ucap Jun percaya diri.
Amar mencibir dan mendekat ke arah Lio. "Entah dia melindungi, atau dia yang di lindungi," ucap Amar pelan.
"He-he-he." Lio hanya bisa tertawa kecil.
"Ya sudah, kalian hati-hati di jalan ya," ucap Deval memberi izin.
__ADS_1
"Siap Om!" jawab Jun memberi hormat.
"Ya udah, pergilah," ucap Deval kepada Grameisya.
"Aku pergi dulu Pa," ucap Grameisya.
Mereka pun masuk ke dalam mobil sport mewah melaju ke sebuah tempat.
"Ya ampun, kenapa Grameisya ku sekarang malah berteman dengan anak orang terkaya," ucap Deval tersenyum. "Semoga saja tidak ada pengaruh buruk dari mereka."
Dari balik tembok, Mia dan Gladis mengintai dan mereka merasa iri.
"Kenapa sih Grameisya selalu beruntung? Di sukai Tuan Alneozro, berteman dengan anak orang kaya raya. Kita? Jangankan dekat, di pandang aja enggak," ucap Gladis tidak senang.
"Entah keberuntungan apa yang menimpanya setelah dia jatuh dari tangga itu," ucap Mia melipat tangannya manyun sambil berpikir.
"Terserah kamu, kan kamu yang traktir," ucap Grameisya.
"Oke, kita pergi tempat karaoke aja, aku ingin bernyanyi. He-he-he, biar kau dengar suara merdu ku," ucap Jun menggoda Grameisya.
"Oh benarkah?" tanya Grameisya menyunggingkan senyumnya.
"Tak lama mereka pun sampai di tempat karoke mewah, biasanya tempat ini hanya di datangi oleh artis dan orang yang stelnya tinggi.
Mereka pun masuk ke dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
"Mau berapa jam Tuan?" tanya pegawai itu.
"5 jam," jawab Jun.
"Baik Tuan, mari saya antarkan Anda ke ruangan," ucap pegawai itu tersenyum ramah.
"Ohoy, cantik banget pegawainya, seksoy," ucap Jun melihat body belakang pegawai itu.
"Kamu jangan aneh-aneh deh, nanti ku congkel mata mu," ucap Grameisya.
"Upsss!" Jun langsung menutup mulutnya.
"Xixixixixi," Amar dan Lio tertawa cekikikan.
"Wah, sepertinya Nona Grameisya harus bawa kemana-mana nih, biar ada yang mantau Jun agar tidak kelayapan matanya," ucap Amar setengah tertawa.
"Silakan Tuan, Nona, ini ruangan Anda," ucap pegawai itu mempersilakan.
"Terima kasih cantik," ucap Jun.
Mereka pun masuk ke dalam ruangan yang cukup besar itu. Benar saja, namanya tempat elit. Di dalamnya seperti di dalam rumah sendiri. Ada berbagai minuman yang tersedia di dalam kulkas dan ada tempat tidurnya.
Hanya saja, kalau ingin makan mereka pesan.
"Oke, yang mau nyanyi pertama siapa?" tanya Jun yang sedang berada di depan layar sentuh itu untuk mencari lagu.
__ADS_1
"Bukannya kau yang ingin bernyanyi? Kau ingin menunjukkan suara merdunya," ucap Grameisya.
...❤️❤️❤️❤️❤️...