
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
"Ikhhhhh! Kenapa emang?" tanya Mia menatapnya manyun.
"Hey! Tuan Lio itu duduk dulu biar dia minum dulu, kau merangkul dia mau bawa kemana?" tanya Gladis menarik lengan yang di pegang Mia.
"Kamu ini kenapa sih, sirik banget," ucap Mia kembali menarik lengan Lio.
"Kamu itu, mau bawa dia kemana? Lagian ngapain kamu pegang-pegang dia," ucap Gladis mengambil lagi tangan Lio.
"Kamu aja itu pegang-pegang tangan dia," balas Mia tak mau kalah.
Grameisya keluar dari kamar Deval.
"Heyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy!" teriak Grameisya membelalakkan matanya. seketika Mia dan Gladis berhenti.
"Maaf ya, aku harus pergi dulu," ucap Lio melayangkan senyumnya dan meninggalkan kedua gadis itu.
"Sampai jumpa lagi Tuan Lio yang ganteng," ucap Mia melambaikan tangannya tersenyum genit.
"Cih! Dasar genit!" maki Gladis.
"Dih! Kamu juga, nggak sadar diri," ucap Mia berjalan meninggalkan Gladis dan masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
"Aku harus dandan cantik nih biar di lirik Tuan Lio nih," ucap Mia mengibaskan rambutnya yang hanya sebahu itu.
"Aku nggak mau kalah sama Mia, aku harus lebih cantik darinya," ucap Gladis juga masuk ke dalam kamarnya.
Lio masuk ke dalam kamar Deval dan ia pun secepatnya memeriksa keadaan Deval.
"Hm ... mungkin Om ada cidera di dalam tubuh. Sebaiknya kita harus melakukan Rontgen pada tubuh Om, aku akan telpon Ambulans saja ya, kita bawa ke rumah sakit," ucap Lio.
"Iya." angguk Deval menurut.
Lio pun menelpon pegawai di rumah sakit.
Tuuut! Tuuut!
Tuuut! Tuuut!
"Halo Dokter," jawab pegawainya.
"Baik Dokter," jawab pegawainya.
Panggilan pun di putuskan dan Lio pun mengirim lokasi terkini.
"Oh ya, kalian mau minum apa? Tanya Grameisya.
"Tidak perlu, aku tidak haus kok. Lihat kamu aja aku rasanya nggak perlu makan," ucap Alneozro.
Lio melihat Alneozro mencibir.
__ADS_1
"Cih! Dasar bucin. Aku mau minuman soda dingin," ucap Lio.
"Oke! Kamu apa?" tanya Grameisya melihat ke arah Alneozro.
"Senyuman mu aja," jawab Alneozro tersenyum.
Deval hanya bisa tersenyum melihat tingkah Alneozro yang selama ini ia tidak pernah tahu. Karena sosok laki-laki yang kini menjadi calon menantunya itu adalah tegas dan berwibawa.
"Terserah kamu aja," ucap Alneozro.
Grameisya pun keluar dari kamar Deval dan menuju ke dapur.
"Eh, Bi Ena," ucap Grameisya melihat Bi Ena yang sedang menelpon.
"Eh Nona, Nona mau di buatkan minuman apa?" tanya Bi Ena meletakan ponselnya di atas meja lalu mematikan panggilannya.
"Bibi menelpon keluarga Bibi ya?" tanya Grameisya.
"Iya Nona, mereka bilang rindu sama Bibi, tapi mau gimana, kan Bibi sedang bekerja. Maaf ya Nona," ucap Bi Ena.
"Enggak apa-apa, Bibi mau pulang ke kampung?" tanya Grameisya.
"Hm ... tunggu libur nantilah Nona, biar bisa libur lama dikit," ucap Bi Ena.
"Oh baiklah kalau begitu, oh ya tolong siapkan minuman soda dingin 2 ya Bi," pinta Grameisya.
"Baik Nona." angguk Bi Ena.
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
[Jangan lupa like, vote, komen, iklan, tips, dan hadiah terima kasih]