TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 99


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Grameisya, kamu tidak apa-apa? Dari mana saja kamu?" tanya Deval tampak senang melihat kedatangan Grameisya.


"Tadi kami ...." Grameisya enggan untuk mengatakannya, sudah 2x ia membuat mereka khawatir.


"Kami di culik Om," jawab Defli.


"Apa? Di culik? Kenapa nggak hubungi Papa?" tanya Deval.


"Ehem! Tuan, ponsel Nona Grameisya tinggal di mobil," jawab pak Ahmad.


"Oh, tinggal di mobil ya," ucap Deval mengulanginya.


"Ponsel ku juga di ambil oleh mereka," jawab Defli.


"Kalian di culik di mana?" tanya Deval.


"Warung kecil tempat aku beli minuman tadi Pak Ahmad," jawab Grameisya melihat ke arah pak Ahmad.

__ADS_1


"Sudah ku duga, dia yang beneran penculiknya," ucap pak Ahmad mengengam tangannya dan memukul ke telapak tangan sebelahnya.


"Nona, Tuan muda, ayo minum teh susu jahe ini dulu ya," ucap Bi Ena meletakan 2 gelas minuman hangat itu di atas meja.


"Papa dan pak Ahmad sudah ke sana tadi untuk mencarinya, tapi Papa nggak ada lihat kecurigaan dari warung itu, mana tadi kami di ancam," ucap Deval.


"Terus kamu kenapa bisa tertangkap?" tanya Grameisya.


"Aku waktu itu sedang di jalan duduk sendirian, ada seorang pria ikut duduk di sampingku, dia menawarkan kue kepada ku secara gratis. Karena lapar, aku pun memakannya dan tiba-tiba aku pingsan. Saat terbangun aku sudah ada di ruangan itu. Tapi saat melihat kamu pingsan di bawa masuk benar-benar membuatku terkejut," ucap Defli.


"Jadi bagaimana kalian bisa keluar?" tanya Deval.


"Grameisya yang ...."


"Oh, syukurlah kalau begitu. yang penting kalian selamat. Ya sudah, kalian pergilah tidur, kalian pasti kecapean kan? Hari ini libur saja," ucap Deval.


"Iya Pa." angguk Grameisya meneguk habis teh susu jahenya dan ia pun beranjak dari tempat duduknya dan menuju kamar.


Defli melihat kepergian Grameisya. 'Dia yang tidak bisa ku gapai,' batinnya.


"Defli," ujar Deval.


"Ya Om," jawab Defli.

__ADS_1


"Kamu jangan sedih ya. Kamu harus jadi anak yang kuat, kemungkinan besar dalam waktu lama kamu hidup tanpa Papamu. Atau mungkin selamanya," ucap Deval membujuk Defli.


"Apa Papa akan di hukum mati?" tanya Defli menundukkan kepalanya dengan wajah sedih, mau tak mau ia harus terima kenyataannya. Antara rela dan tidak, tapi inilah yang harus di terima Papanya.


Deval terdiam dan menarik nafasnya.


"Tapi kita tunggu 2 Minggu lagi untuk keputusan ini, apa kau ingin bertemu dengan Papa mu?" tanya Deval.


"Iya, nanti siang saja Om. Aku mau istirahat dulu," ucap Defli berdiri sayu.


"Pergilah, tapi kamu tetap menjadi dirimu sendiri, tetap bersekolah seperti biasanya ya," ucap Deval.


"Tapi ... Papa sudah di tangkap, bagaimana aku bisa membiayai sekolahku," ucap Defli.


"Kamu tenang saja, lakukan apa yang seharusnya kamu lakukan saja, tidak perlu berpikir yang lain ya. Sana istirahat," ucap Deval lembut.


"Andai Papa seperti Om ...." Defli menunduk lesu.


"Anggap saja Om adalah Papa kamu. Lagian kita adalah keluarga. Kalau ada apa-apa jangan sungkan kepada Om," ucap Deval memegang bahu Defli sambil tersenyum.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


Hay Gaes, kalau penasaran sama visual Grameisya dan Alneozro, cus langsung ke IG ya🤩🤩

__ADS_1


__ADS_2