TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 75


__ADS_3

Happy reading 🥰🥰


-


❤️❤️❤️


"Hey fokus! Fokus," ucap Grameisya.


"Kau tidak sedih lagi?" tanya Alneozro mengalih pembicara.


"Ada yang lebih penting lagi dari pada terus menangisi orang yang sudah pergi. Kamu coba lihat ini," ucap Grameisya memperlihatkan video itu kepada Alneozro.


Alneozro menerima ponsel dari Grameisya dan melihat video tersebut.


"Kenapa jadi seperti ini? Kenapa bisa wartawan masuk ke dalam ruangan CEO. Itu adalah hal yang di larang dan mereka bisa di tuntut," ucap Alneozro terbelalak.


"Iya, tapi kamu lihat stasiun TV mereka," ucap Grameisya.


"Kamu sangat jeli ya, ini semua tidak ada di kota ini, itu berarti wartawan semua palsu. Itu menandakan jika ada seseorang di balik ini semua yang menginginkan Tuan Andes mati," ucap Alneozro.


"Ya, inilah yang sedang aku minta sekretaris Adel untuk mencari orangnya," ucap Grameisya.


"Aku akan minta para hacker ku untuk mencari tahu identitas mereka, kirim kan video ini kepada ku," pinta Alneozro.


Grameisya pun mengirim kan video tersebut kepada Alneozro.

__ADS_1


"Yang sudah tahu tentang video ini siapa saja?" tanya Alneozro.


"Sekretaris Kakek, aku dan kamu. Tapi tidak tahu jika yang lain juga mengambil video itu lagi," jawab Grameisya.


"Aku harap tidak ada yang menyebar sebelum ketemu orangnya," ucap Alneozro.


"Ya sudah aku pulang dulu, sekalian aku akan menghubungi sekretaris Adel untuk tidak menyebar video tersebut.


"Kamu tidak sedih kan?" tanya Alneozro memastikan jika Grameisya tidak berlarut dalam dukanya.


"Tidak," jawab Grameisya.


"Ya sudah kalau begitu, aku akan datang ke rumahmu besok," ucap Alneozro.


Grameisya mengangguk dan ia keluar dari mobil Alneozro.


"Di saat kakek meninggal, kamu malah sibuk pacaran," ucap Mama Gladis tidak senang.


"Aku tidak pacaran," jawab Grameisya singkat dan ia langsung menuju kamarnya.


"Jangan kau pikir mentang-mentang kau di sukai oleh Alneozro kau bisa seenaknya! Dia hanya penasaran padamu saja, Tuan Alneozro kapan saja bisa menyukai orang lain, kau itu hanya mainannya saja," ucap mama Gladis ketus.


"Terima kasih Tante karena sudah mengingatkan ku, tapi aku tidak butuh nasehatmu, ingatkan saja dirimu sendiri," ucap Grameisya.


BAM!

__ADS_1


Grameisya membanting pintu kamarnya.


"Anak ini ya! Semakin ngelujak aja! Dia pikir dia siapa di rumah ini! Akan ku beri pelajaran dia nanti ya!" ucap Mama Gladis kesal.


"Ah iya, aku melupakan sesuatu," ucap Grameisya kembali keluar dari kamarnya dan berlari menuju kamar Deval.


"Itu dia, dia keluar dari kamarnya, ayo kita kerjai dia," ucap Mama Gladis.


"Ayo Ma," jawab Gladis.


Tok! Tok!


Tok! Tok!


"Siapa?" tanya Deval dari dalam kamar.


"Aku Pa," jawab Grameisya dari balik pintu.


Deval membuka pintu kamarnya, di dalam kamar tercium bau asap rokok yang menyengat, entah berapa bungkus rokok yang habis dan juga bau minuman Alkohol.


"Papa," ucap Grameisya lirih.


"Maaf Grameisya, Papa tidak bisa mengendalikan perasaan Papa. Ini Papa lakukan demi melupakan sejenak kesedihan Papa atas kepergian kakek mu," ucap Deval.


"Aku tau, tapi Papa nggak harus minum Alkohol, kalau Pap sakit siapa yang akan bekerja untuk perusahaan, dari yang ku lihat, saudara Papa yang lain tidak bisa di andalkan untuk mengurus perusahaan," ingat Grameisya.

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2