
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Sudah, kita jangan mengganggunya lagi," bisik Mia.
Akhirnya, Yessy pergi dengan membawa mereka semua pergi dari rumah tanpa membawa apa pun.
"Horeeee!" terima Bi Ena melompat kesenangan, ia juga memeluk Grameisya.
"Nona kuat sekali," ucap Bi Ena.
"Gila! Dia benar-benar seperti monster, tapi dengan siapa dia berlatih hingga jadi sekuat itu dalam sekejap?" bisik Gladis.
"Tidak mungkin dengan Tuan Alneozro kan? Dia baru kenal dengan Tuan Alneozro," jawab Mia.
"Tapi bisa jadi sih, Tuan Alneozro punya banyak cara," jawab Gladis.
"Dia sangat beruntung karena bisa kenal dengan Tuan Alneozro. Tapi kita gimana bisa dekati Tuan Alneozro ya?" tanya Mia.
"Heh! Dia bisa, kenapa kita tidak bisa juga. Tampang dia aja yang seperti itu bisa dekati Tuan Alneozro, berarti kita juga bisa donk," ucap Gladis menaik-turunkan alisnya.
__ADS_1
"Ayo kita masuk ke dalam kamar dan buat rencana," ajak Gladis.
Mia dan Gladis masuk ke dalam kamarnya masing-masing, mereka tidak ingin ikut meramaikannya kemenangan itu, melainkan membuat rencana untuk menggoda Alneozro.
Para pembantu membersihkan rumah itu, karena ada beberapa pas bunga yang pecah karena Grameisya melemparkan pria itu ke tembok tadi.
"Ya udah Bi, aku masuk kamar dulu untuk istirahat. Tolong makan siangku antarkan ke dalam kamar ya," ucap Grameisya.
"Siap Nona," ucap Bi Ena.
Grameisya pun berjalan masuk ke dalam kamarnya dan ia berdiri di depan cermin melihat wajahnya.
"Terima kasih Grameisya, sudah memberi ku hidup sekali lagi. Aku akan membuat dirimu tidak di tindas lagi. Akan mengangkat kembali martabat mu dan menyingkirkan orang dulu menyakitimu," ucap Grameisya.
"Astaga! Aku tidak menyangka jika Nona Grameisya sekuat itu, dia sekarang bagaikan bintang bersinar," ucap mereka mengangguminya.
"Iya benar, jangan-jangan selama ini dia sengaja berpura-pura bodoh?" tebak pelayan yang lain.
"Ku rasa begitu, mungkin dia sengaja berbuat begitu, dia ingin melihat, siapa yang benar-benar tulus dengannya dan siapa yang membencinya. Lihatlah, satu persatu orang yang dia benci menghilang begitu saja," ucap pembantu yang lain.
"Astaga! Dia benar-benar membalaskan dendamnya kini," sahut yang lain.
☘️☘️☘️☘️☘️
__ADS_1
Melisa, ku berikan tubuhku kepadamu, tolong jaga dengan baik ya. Karena aku tidak bisa menjaga tubuh itu sehingga ia sering terluka.
Aku bersyukur itu adalah jiwa kau. Kau yang sangat kuat yang mampu menyingkirkan musuh mu.
Kau yang tiada tandingan, aku percaya kau yang lebih pantas menjaganya.
☘️☘️☘️☘️☘️
Seketika Grameisya terbangun.
"Eh, aku bermimpi?" tanya Grameisya. Ia memegang keningnya sambil memejamkan matanya untuk mengingat mimpi tadi.
Tadi itu yang datang ke mimpinya adalah dirinya yang dulu.
"Jangan-jangan dia masuk ke tubuhku, tapi bagaimana dengan tubuhku yang dulu ya? Apa yang terjadi dengan Jiwanya?" tanya Grameisya penuh tanda tanya.
"Ah sudahlah, ini sudah jam berapa ya?" tanya Grameisya melihat jam di dinding dan ternyata sudah malam.
"Apa! Aku tidur selama ini?" tanya Grameisya mengelengkan kepala.
Grameisya pun bangun dan ia segera mandi.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1