
Grameisya kembali ke dalam kamarnya dan ia pun siap-siap memakai seragam. Untung saja hari ini hari Rabu, jadi ia bisa memakai seragam yang lain.
Setelah selesai bersiap, Grameisya turun dari anak tangga kamarnya dan menuju meja makan.
Di sana tidak terlihat Yessy, tapi Gladis dan Mia mereka terlihat ketakutan.
"Ayo pergi," bisik Gladis.
Mereka berdua pun ingin pergi.
"Mau kemana sepupuku, kenapa tidak habiskan sarapan kalian, bukannya kita sudah menjadi sepupu yang akur?" tanya Grameisya tersenyum sambil meletakan tangannya di dagu.
Gladis menatap Grameisya datar dan mereka berdua pun buru-buru pergi.
"Kau menakuti mereka," ucap Defli.
"Cih! Kenapa emangnya? Kau tidak punya tempat untuk berbicara, jadi jangan bicara dengan ku lagi," ucap Grameisya menatap Defli tidak suka.
"Kau ini kenapa sih? Perubahan mu yang begitu besar ini membuat orang menjadi bingung," ucap Deon.
"Kau ini kenapa cerewet sekali sih, kau belum merasakan rasanya makan batu? Akan aku lakukan agar kau bisa diam," ucap Grameisya.
Deon terdiam dan secepatnya ia menghabiskan makanannya lalu pergi menuju mobilnya.
Grameisya melahap sarapannya dengan mengunyah pelan sandwichnya sambil berpikir.
Sedangkan Defli terus menatap Grameisya.
__ADS_1
'Apa yang harus aku lakukan dengan surat itu ya? Yang pastinya aku akan buat mereka panik, aku akan buat mereka kehilangan markas. Aku akan mengecek apa bangunan mereka ada di peta atau sudah memang menjadi hak milik mereka atau milik orang lain,' batin Grameisya berpikir.
'Apa yang dia pikirkan sih?' batin Defli yang terus menatap Grameisya.
"Grameisya!" panggil Defli.
Grameisya melihat ke arah Defli sambil mengangkat alisnya.
"Aku suka kamu," ucap Defli spontan.
Seketika menjadi hening membuat Grameisya melongo.
"Ha-ha-ha, ha-ha-ha, ha-ha-ha." Grameisya tertawa terbahak-bahak sambil memukul meja.
"Kau serius?" tanya Grameisya menyeka air di ujung matanya.
"Dulu kau bilang aku yang mengejar-ngejar kamu, sekarang kenapa malah kau yang menyatakan suka padaku? Sudah aku katakan padamu kalau aku sama sekali tidak tertarik padamu, aku jadi tidak selera makan," ucap Grameisya berdiri meninggalkan meja makan.
"Tidak selera makan dia bilang? Tapi yang aku lihat dia menghabiskan 4 buah sandwich," ucap Defli.
Grameisya masuk ke dalam mobilnya. Perlahan-lahan mobil pun melaju di jalanan untuk menuju sekolah.
Triring! Triring!
Triring! Triring!
Ponsel milik Grameisya berbunyi.
__ADS_1
"Halo," jawab Grameisya.
"Kamu di mana sekarang?" tanya Alneozro.
"Aku ke sekolah, kenapa?" Grameisya balik bertanya.
"Oh tidak ada, hanya ingin menanyakan keberadaan kami saja," jawabnya tersenyum.
"Oh ya, aku ada yang ingin di bahas dengan mu nanti setelah pulang sekolah," ucap Grameisya.
"Oke, ku tunggu di perusahaan," ucap Alneozro tersenyum.
🌥️🌥️🌥️
Sesampainya di sekolah, sekolah tampak ramai di kantin.
"Hm ... tumben ramai di sana, ada acara apa?" tanya Grameisya penasaran.
Para murid pun berdatangan ke sana.
"Ada apa di sana?" tanya Grameisya kepada murid yang berlarian ke kantin.
"Apaan sih kamu, ganggu orang aja," ucap murid itu memandang tidak suka kepada Grameisya.
Karena penasaran, Grameisya pun mendatangi kantin tersebut dan ia melihat Alneozro yang duduk dengan anggun di kantin itu.
"Astaga! Aku pikir ada acara penting," ucap Grameisya manyun.
__ADS_1