TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 57


__ADS_3

Happy reading 🥰🥰


-


❤️❤️❤️


"Tidak perlu basa basi lagi, aku ada barang yang ingin ku jual," ucap Alneozro.


"Oh, benda apakah itu?" tanya ketua tersebut.


"Ini ada surat bangunan milik agen rahasia, dulunya ini adalah milik keluarga Edult, akan tetapi dia sudah merampasnya dan menjadikannya itu adalah miliknya. Jadi aku ingin menawarkannya? Apa kau tertarik untuk membeli surat ini?" tanya Alneozro.


Sebenarnya aku sangat tertarik, hanya saja apa surat ini palsu atau beneran?" tanya ketua itu.


"Aku sudah mengeceknya dan surat ini asli, kau tahu sendiri kan agen rahasia itu besar dan kuat, apa bila kau punya markasmu di sana, berapa besarnya kekuatan mu," ucap Alneozro.


"Tapi, yang ku takutkan bukan ketuanya, tapi ada seorang wanita tangguh di sana, dia bahkan lebih kuat dari ketua agen itu sendiri, bagaimana aku menaklukkannya," ucap ketua agen itu ragu-ragu.


"Maksudmu Melisa?" tanya Grameisya.


"Ah iya, dia Melisa," jawab ketua itu.


"Tenang saja, dia sudah mati," ucap Grameisya.

__ADS_1


"Mati? Dari mana kau tahu?" tanya ketua itu menekuk alisnya.


"Aku melihat dia sudah mati di tangan Kino, kekasihnya," jawab Grameisya.


"Benarkah? Jadi kau itu sebenarnya siapa? Kenapa bisa tahu tentang agen rahasia?" tanya ketua itu.


"Kau tidak perlu banyak tahu, yang aku katakan sudah aku katakan, surat bangunan ada di tangan ku, kau mau beli atau tidak terserah pada mu. Jika kau tidak mau maka aku akan menjualnya di tempat lain," ucap Grameisya cepat.


"Oke! Oke! Oke! Aku mau surat itu, asalkan Melisa sudah tidak ada, aku tidak takut lagi karena dia bahkan lebih setia dari Kino. Sayang sekali orang terkuat itu bisa mati di tangan kekasihnya. Kino belum tentu sesetia itu, tapi tidak apa, lama-lama mereka juga akan runtuh," ucap ketua itu tersenyum.


"Ini suratnya," Grameisya memperlihatkan surat itu kepada ketua tersebut.


"Baiklah, aku akan membelinya 1 M," ucap ketua mafia itu.


"Itu harga yang sangat tinggi, 40 M," tawar ketua mafia itu.


"Oke tidak masalah." angguk Grameisya.


"Apa bila ini palsu maka aku akan mendatangi perusahaan Anda untuk meminta 1 T, bagaimana Tuan Alneozro?" tanya ketua mafia itu tersenyum melihat ke arah Alneozro.


"Baiklah, tidak masalah." angguk Alneozro yakin.


"Uangnya aku transfer ke mana?" tanya ketua mafia itu.

__ADS_1


"Ke rekening ku saja," ucap Alneozro cepat karena ia melihat Grameisya ingin mengatakan sesuatu.


"Baiklah," ucap ketua mafia itu mengambil ponselnya.


Alneozro memberikan nomor rekeningnya kepada ketua mafia itu dan ketua mafia itu mentransferkan uang tersebut.


"Baiklah, udah selesai, ayo kita pulang," ajak Alneozro. Grameisya mengangguk.


"Jika ada yang ingin di jual yang pastinya yang berharga jangan sungkan-sungkan untuk bertemu dengan ku," ucap ketua mafia itu.


Alneozro mengangguk.


Mereka pun keluar dari ruang tersebut, tanpa sadar ada sebuah foto yang jatuh dari belakang baju Alneozro.


Grameisya memungutnya.


'Aku?' batin Grameisya menekuk alisnya melihat kenapa bisa wajah dia yang ada di foto bersama seorang pria yang entah siapa itu.


"Ha-ha-ha, kita bakal kaya mendadak nih, dengan begini kita mendapatkan markas besar agen rahasia yang semua orang inginkan!" ucap ketua mafia itu tertawa besar karena mendapatkan rezeki nomplok.


Mereka pun masuk ke dalam mobil.


'Apa jangan-jangan karena foto ini Alneozro diam saja? Tapi tidak mungkin dia percaya jika ini aku kan? Lagian dari mana dia dapatkan gambar ini?' batin Grameisya.

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2