
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
"Setelah pertandingan besok, aku ingin memberimu kejutan," ucap Alneozro.
"Kejutan apa?" tanya Grameisya mengangkat alisnya.
"Kalau ku beri tahu nggak rahasia donk. Pokoknya spesial untukku," jawab Alneozro tersenyum. Ia meraih tangan Grameisya dan mengengamnya dan melihat tangan Grameisya sambil tersenyum.
"Dasar aneh, kau bilang kejutan untukku, tapi malah hanya spesial untuk," ucap Grameisya manyun.
"Ah, pokoknya sesuatu lah," jawabnya menaik turunkan alisnya.
Triring! Triring!
Triring! Triring!
"Eh, sebentar, aku angkat telponnya dulu," ucap Alneozro mengambil ponsel di atas meja.
"Amar? Halo." jawab Alneozro.
"Sekarang Alina sedang kritis, dia masuk ruang ICU. Kamu nggak mau ke sini jenguk Alina?" tanya Amar.
Alneozro melihat ke arah Grameisya.
__ADS_1
"Sebentar," ucap Alneozro berjalan mendekati Grameisya.
"Kamu mau ikut ke rumah sakit lihat Alina nggak? Sekarang dia sedang di ruang ICU," ucap Alneozro.
Grameisya terdiam sejenak. "Ya udah, kita pergi," ucap Grameisya mengangguk.
Mereka pun berganti pakaian, lalu masuk ke dalam mobil.
Tak lama, mobil mereka pun sampai di rumah sakit. Alneozro membawa Grameisya masuk ke dalam dan langsung menuju ruang ICU.
Di sana ia melihat Mama Alina yang masih saja menangis.
"Kenapa bisa masuk ruang ICU?" tanya Alneozro karena waktu itu ia baik-baik saja.
"Jatuh dari gedung, dia mengalami benturan di dinding rumah sakit karena beberapa pasien membuka jendela mereka karena pengap adanya balon di dinding rumah sakit," jawab Amar.
"Jadi? Sekarang apa yang terjadi?" tanya Alneozro.
Perlahan-lahan tangan Alina bergerak dan matanya terbuka.
"Alina, kamu sudah sadar?" tanya Lio.
"Di mana aku?" tanyanya melihat sekeliling.
"Kamu di ruang ICU. Karen kamu sudah sadar kita pindah ruangan ya," ucap Lio. Ia pun keluar dari ruangan.
"Kalian tolong panggilkan suster untuk membantu Alina pindah ruangan, dia sudah sadar sekarang," ucap Lio.
__ADS_1
"Apa, Alina sadar," ucap mamanya berhenti menangis, tapi ia malah balik menangis lagi sambil.
"Papa, anak kita sadar Pa!" ucap mamanya menangis sesenggukan.
Amar berlari. "Suster! Suster! Di panggil Lio!" teriak Amar.
Para suster itu berlari menuju ruangan tersebut. Sebelumnya mereka memakai baju khusus untuk masuk ke dalam.
Di dalam ruangan tadi hanya ada 1 orang suster yang membantu Lio, tapi Lio butuh banyak suster lainnya untuk memindahkan Alina ke ruang lainnya.
Semua alat telah di cabut, Alina tampak bingung dengan keadaannya.
Alina pun di pindahkan ke ruangan baru.
"Nak, akhirnya kamu sadar juga, Mama khawatir dengan mu," ucap Mamanya memegang tangan Alina.
"Hm? Kalian siapa?" tanya Alina membuat mereka terdiam.
"Nak, kamu nggak ingat Mama?" tanya Mama Alina terbelalak.
Alina menggeleng pelan.
"Kenapa kamu malah jadi seperti ini Nak. Sudah 2 kali mengalami kecelakaan, sekarang kamu malah lupa ingatan. Apa yang harus Mama perbuat?" tanya Mamanya menangis.
"Aku akan memeriksanya," ucap Lio.
"Ini semua gara-gara kamu! Kenapa kamu tidak menerima cintanya yang tulus kepadamu, kenapa!" teriak Mama Alina sambil menangis terisak-isak.
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
[Yang suka ceritanya, silakan lanjut baca, yang nggak suka, silakan skip. Karena cerita ini akan panjang]