
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Pembantu itu melihat Grameisya manyun. Entah mengapa semua pembantunya menganggapnya sebagai saingan, padahal ia sama sekali berlaku manja atau apalah itu kepada pemilik rumah.
Pembantu itu pun pergi meninggalkan Grameisya.
Beberapa saat kemudian, Amar keluar dari kamarnya dan membawa laptopnya keluar dan meletakan di atas meja.
"Aku sungguh kesulitan mencari akunnya tadi. Saat aku sedang mencari ID-nya, ia memblok akunku. Saat itu ia sedang aktif. Tapi aku gunakan jalur luar angkasa baru dapat," ucap Amar.
"Jadi mana ID-nya?" tanya Grameisya.
"Ini," ucap Amar memperlihatkan di layar laptopnya.
Grameisya menekuk alisnya.
"Siapa ini?" tanya Grameisya.
"Dia ini adalah pemilik warnet. Apa mau kita datangi tempat itu?" tanya Amar.
"Iya, aku sangat penasaran kenapa bisa dia yang menyebar foto ku dan Papaku ini. Kenal juga enggak," ucap Grameisya.
"Hm ... aku rasa dia pasti di suruh seseorang untuk melakukan ini, atau seseorang yang memakai ID-nya," ucap Amar.
__ADS_1
"Ku rasa juga begitu," jawab Grameisya mengangguk.
"Ya udah, kalau begitu kita pergi sekarang," ajak Amar.
Amar pun masuk ke dalam kamarnya dan ia menyimpan laptopnya. Ia mengambil jaket kulit berwarna hitam dan mengenakannya.
"Ayo," ajak Amar.
Mereka pun keluar dari rumah dan menuju mobil masing-masing.
"Untung saja dia tidak lama duduk di sini, nanti sofa ini makin kotor karena hama darinya," omel pembantu itu menyeka sofa yang di duduki Grameisya.
"Tapi menyebalkan juga, dia bisa pergi bersama Tuan Amar," ucap pembantu itu manyun.
Mobil Amar memimpin di depan sedangkan pak Ahmad mengikuti dari belakang.
Perjalanan yang tak begitu lama mereka pun sampai di tempat warnet tersebut.
Mereka pun keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam.
"Tuan Amar," ucap seorang pria pemilik warnet datang mendekat dengan senang hati.
Amar langsung menarik kerah baju pria itu hingga terjatuh kebelakang.
"Tu-Tuan, aku salah apa?" tanya pria yang berumur 40 tahun itu.
"Katakan, siapa yang menyebar foto dengan wajah dia?" tanya Amar menujuk ke arah Grameisya.
__ADS_1
Pria itu terkejut.
"Dia ... maafkan aku Tuan, aku tidak tahu jika dia adalah wanita Anda. Aku benar-benar tidak tahu," ucap pria itu berlutut.
"Dia bukan wanita ku, tapi dia adalah temanku. Cepat katakan kenapa kau menyebar foto dia, kau seharusnya tau kalau foto itu hanya foto editan," ucap Amar.
"Aku ... aku di suruh seseorang Tuan," ucap pria itu.
"Siapa dia?" tanya Amar.
"Dia seorang perempuan."
"Kenapa kau mau melakukan itu untuknya?"
"Aku ... di temani oleh wanita itu satu malam. Jadi aku mau melakukan, lagian aku juga tidak kenal dengan teman Anda ini," ucap pria itu dengan wajah sedih.
"Siapa perempuan itu?" tanya Amar lagi.
"Aku tidak kenal. Dia tiba-tiba datang ke tempat ku dan malah menggoda ku, aku termakan rayuan dan akhirnya mau melakukan apa yang ia pinta," ucap pria itu menundukkan kepalanya.
"Beri tahu aku apa ciri-ciri perempuan itu," ucap Amar.
"Dia berambut panjang sebahu dengan poni di tengah, memakai baju hitam. seksoy pastinya," jawab pria itu.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
[Jangan lupa like, vote, komen, iklan dan hadiah ya terima kasih]
__ADS_1