TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 185


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


"Baik Tuan," jawab pengawalnya.


Pria itu langsung datang berlutut.


"Tuan, jangan lakukan itu, jangan bakar tempat usahaku," pinta pria itu memohon dengan mengatupkan kedua tangannya.


"Kau telah mengusik orangku apa lagi dia adalah kekasih ku. Aku tidak bisa melepaskan orang yang sudah mengusik orang-orang ku," ucap Alneozro.


Para pengawal itu menghidupkan api di tengah-tengah klub malam dan membuat suasana menjadi panik.


Orang-orang di dalam klub malam itu bertebaran kesana kemari mencari jalan keluar.


"Tuan! Ampuni saya! Tolong jangan lakukan ini!" ucap pria itu menangis sambil bersujud.


"Ini adalah peringatan keras untuk mu, jika kau berani mengusik orangku lagi, maka aku bisa saja mengusir mu dari negara ini," ucap Alneozro.


Pria itu menangis di antara api yang sudah mulai menjalar.


Alneozro pun membawa Grameisya keluar dari klub malam tersebut.

__ADS_1


Begitu juga dengan Papanya, merekam semua keluar.


"Cepat panggil pemadam kebakaran! Cepat!" teriak pria itu dengan tangisnya.


Para pegawai di sana segera menelpon petugas pemadam kebakaran.


Deval diam sejenak dan ia merasa bersalah pada Grameisya, akhir-akhir ini ia selalu menyusahkan Grameisya.


"Maaf Nak karena menyusahkan mu. Maaf karena Papa terperdaya. Maaf kan Papa yang lemah ini," ucap Deval.


"Papa udah beri saham itu kepadanya?" tanya Grameisya.


"Sudah, dan sahamnya sudah dia jual untuk membayar hutangnya. Tapi ternyata dia bertingkah lagi dan berhutang lagi. Tadi di telpon Papa pikir dia benar-benar kecelakaan, tapi Papa di tipu lagi olehnya. Maafkan Papa," ucap Deval menundukkan kepalanya.


"Iya, Papa nggak kan ulang lagi," ucap Deval mengangguk.


Wi wi wi wi.


Sirine mobil pemadam kebakaran terdengar dari jarak jauh.


"Syukurlah mobil pemadam kebakaran sudah datang," ucap pria itu.


Ada 4 buah mobil datang mendekat dan langsung menyirami klub malam tersebut.


"Heh! Kau masih bersyukur aku tidak menghalangi mobil pemadam kebakaran itu, kalau tidak tempat mu udah habis ludes," ucap Alneozro.

__ADS_1


Pria itu terdiam dan menatap Alneozro sedih.


"Maaf Tuan, aku tidak akan mengulanginya lagi," ucap pria itu pelan.


"Ya udah, ayo pulang," ajak Grameisya.


Deval masuk ke dalam mobilnya, sedangkan Grameisya kembali di tarik oleh Alneozro dan masuk ke dalam mobilnya.


"Hey! Aku bawa mobil sendiri," ucap Grameisya.


"Sudah, mobilmu di bawa oleh pengawalku saja," ucap Alneozro.


Mobil pun melaju di jalan untuk pulang ke rumah.


"Kok kamu tau ada aku di klub itu?" tanya Grameisya penasaran.


"Kau tidak bisa membohongiku Sayang," ucap Alneozro mencolek dagu Grameisya.


"Dari mana kau tau?"


"Kau bilang mengantuk, menguap mu saja kau buat-buat, aku tau kalau ingin pergi sendiri. Aku tidak akan membiarkan kau pergi sendiri dan aku pun bersembunyi di balik pohon menunggu mobil mu berangkat. Dan benar saja, kau pergi. Jadi aku menelpon pengawalku untuk datang mencarinya. Tidak menyangka malah kau duluan yang menemukannya," ucap Alneozro.


"Kau sudah terlalu banyak membantu ku, aku menjadi berhutang budi dengan mu," ucap Grameisya.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

__ADS_1


__ADS_2