
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
"Terserah kalian lah," ucap Grameisya tidak peduli.
"Jadi bagaimana? Apa kami bisa sekolah lagi apa enggak?" tanya Mia.
"Bisa, asalkan suruh Papa kalian bayar masing-masing 20 juta. Kalau enggak Video dan tokoku bakal ku cabut," ucap Grameisya.
"Apa! Itu banyak sekali tau," ucap Gladis.
"Itu tidak seberapa jika di bandingkan dengan kosmetik Mama mu. Kalau kau tidak mau ya sudah, aku copot lagi itu toko ku dan ku hapus videonya, dan kalian tidak bisa bersekolah," ancam Grameisya.
Mereka terdiam.
"Aku akan bicara dengan Papaku," ucap Mia menundukkan kepalanya.
"Aku tunggu hingga pulang sekolah transfernya, jika telat aku nggak bisa jamin kalau video itu masih ada," ucap Grameisya dengan santai meneguk minumannya.
Gladis terdiam.
"Bagaimana dengan ku?" tanya Deon.
"Kamu? Terserah?" jawab Grameisya berdiri dan meninggalkan meja makan tersebut.
"Jika kau merasa tidak melakukannya kesalahan, datang saja ke sekolah," ucap Grameisya melihat sekilas ke arah Deon lalu ia pun pergi meninggalkan rumah dan masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Mobil pun melaju di jalanan.
Defli hari ini ia memilih tidak bersekolah karena ia ingin melihat Papanya. Ia rela menunggu dari pagi hingga siang.
☘️☘️☘️☘️☘️
Sesampainya di sekolah.
Grameisya menuju kantor. "Pak saya ingin bertemu dengan kepala sekolah," ucap Grameisya.
"Tapi ... kepala sekolah sedang sibuk," jawab pak Ali.
"Hanya sebentar, saya tidak akan mengganggunya lebih lama, lagian lomba akan di adakan sebentar lagi kan?" ucap Grameisya.
"Kalau gitu sebentar ya, Bapak tanya dulu sama kepala sekolah," ucap Pak Ali berjalan menuju ruang kepala sekolah.
...
...
...
Grameisya pun menuju ruang kepala sekolah dan berdiri di hadapan kepala sekolah.
"Kamu mau bicara apa?" tanya Kepala sekolah.
"Untuk masalah Mia dan Gladis sudah saya selesaikan, meskipun masih ada komen miring, tapi itu tidak berdampak pada sekolah. Itu hanya akan berdampak keluarga kami saja. Jadi bagaimana menurut Anda?" tanya Grameisya.
"Oh, apa yang telah kamu buat?" tanya kepala sekolah.
__ADS_1
Grameisya memberikan iPad-nya kepada kepala sekolah.
Kepala sekolah pun menerima dan melihat isi dalamnya.
Membuka toko dan video tersebut dan melihat komentar dari pada netizen.
Ya, di dalam tidak ada komentar yang menanyakan dari mana murid yang menjadi model lingerie bersekolah. Hanya ada komentar buruk lainnya.
"Baiklah, untuk kali ini saya terima. Baiklah kamu silakan ikut pertandingan," ucap kepala sekolah.
"Baik Pak," ucap Grameisya undur diri.
Para murid sudah berkumpul di aula sekolah. Para peserta pun duduk di kursi.
Pak Ali memberikan lembaran soal kepada seluruh peserta murid.
"Hm ... beberapa hari nggak sekolah, kok ada acara apa ini?" tanya Deon bingung.
Para peserta pun mengisi lembar satu persatu.
"Aku ingat ini yang di katakan oleh Alneozro, wah belajar sama dia benar-benar lebih gampang di mengerti," ucap Grameisya tersenyum dan ia mengisinya tanpa kesulitan.
☘️☘️☘️☘️☘️
"Saya sudah siap Pak," ucap Grameisya memberikan lembaran jawabannya kepada Pak Ali.
"Ha? Kan baru 20 menit, kok cepat sekali?" tanya mereka terkejut.
"Baguslah jika dia cepat, itu berarti dia tidak mengisi dengan benar," ucap Ferdi tersenyum sinis.
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
[Jangan lupa like, vote, komen, iklan dan hadiah, terima kasih 🥰🥰]