TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 49


__ADS_3

Happy reading 🥰🥰


❤️❤️❤️


"Ini baju untukmu, kau pakailah," ucap Alneozro meletakan sebuah kotak. Ia pun keluar dari kamar.


Grameisya meraihnya dan mengenakannya. "Hm ... ini baju siapa ya? Kok pas sekali dengan ku," ucap Grameisya melihat tubuhnya di cermin.


"Tuan, makanan sudah siap," ucap pelayan itu membawakan makanan di atas meja dorong. Saat itu Alneozro sedang menunggu di luar kamar.


"Grameisya! Apa kamu sudah selesai?" tanya Alneozro.


"Iya, aku sudah selesai," jawab Grameisya membuka pintu.


Pelayan itu membawa masuk makanan tersebut.


"Silakan di nikmati Nona," ucap pelayan itu tersenyum kecut.


"Iya," jawab Grameisya datar.


Tak lama kemudian pak Ahmad datang ke rumah Alneozro.


Tok! Tok!


Tok! Tok!


"Tuan, supirnya sudah datang," ujar pengawal Alneozro yang berada di balik pintu.


"Biar aku saja yang ambil." Grameisya pun berdiri dan ia berjalan menuju pintu utama.


"Nona, apa Nona baik-baik saja?" tanya pak Ahmad saat melihat Grameisya datang.


"Aku baik-baik saja Pak, nggak perlu khawatir," jawab Grameisya.

__ADS_1


"Ini tas Nona, bagaimana jika aku menunggu Nona pulang saja," ucap pak Ahmad.


"Nggak usah, Bapak pulang aja, aku nanti pulang bersama dua nanti," jawab Grameisya.


"Baiklah Nona, Nona tetap harus hati-hati ya," pesan pak Ahmad.


"Iya." angguk Grameisya.


Pak Ahmad masuk ke dalam mobilnya dan pelan-pelan melajukan mobilnya meninggalkan rumah Alneozro.


"Haishhhh, semakin kuat Nona sekarang malah aku bertambah khawatir lihat keadaan Nona sekarang ini, semoga saja Nona bisa mengatasi masalah," ucap pak Ahmad dengan wajah sayu yang terukir di wajah paruh bayanya.


Grameisya masuk ke dalam kamar Alneozro. Ia membuka tasnya dan berkasnya masih tersimpan rapi.


"Jadi yang mana yang ingin kau cek?" tanya Alneozro.


"Nomor surat ini." Grameisya memperlihatkan surat itu kepada Alneozro.


Alneozro pun mencatat nomor tersebut dan mengeceknya di laptop khusus.


'Ck! Jadi ini milik keluarga ku, aku akan mengambil kembali apa yang menjadi milikku,' batin Grameisya.


"Jadi, kamu mau gimana lagi?" tanya Alneozro.


Grameisya diam sambil menatap berkas itu.


'Di negara H sudah tidak ada lagi tempat untuk diri ku, semua keluarga ku juga tidak ada lagi. Meskipun ini bukan tempat kelahiran ku, tapi aku aku sudah pindah ke tubuh ini. Tubuh ini juga punya seorang Papa yang baik. Aku jadi terikat di sini. Kalau begitu, berkas ini ku jual saja, aku akan membuat Jost kocar kacir,' batin Grameisya mengengam erat tangannya.


"Kalau begitu, tunjukkan aku di mana pasar gelap, atau mafia yang ingin membeli surat ini," ucap Grameisya.


"Kau ingin menjualnya?" tanya Alneozro menaikkan alisnya.


"Iya, akan ku buat mereka tidak punya markas lagi. Uangnya aku gunakan untuk menghancurkan mereka, Aku tidak akan tenang sebelum membuat mereka semua hancur," ucap Grameisya.

__ADS_1


"Aku juga akan membantu mu. Aku akan mengerahkan semua pengawal ku untuk ikut jika kau sudah siap," ucap Alneozro.


Grameisya menatap Alneozro.


"Untuk apa kau ikut? Ini adalah permasalahan ku," ucap Grameisya.


"Sejak dia, tangan kanan ku itu ternyata adalah mata-mata, maka mereka juga adalah musuhku, aku juga tidak akan membiarkan mereka. Marilah kita bersama-sama untuk menghancurkan mereka, meskipun aku tidak tahu apa dendam mu kepada mereka, tapi yang pasti, kita berada di kubu yang sama," ucap Alneozro.


"Jadi bagaimana dia sekarang?" tanya Grameisya.


"Dia sudah ku lepaskan, tapi tentu saja aku tidak melepaskannya begitu saja, aku sudah membuat perangkap, jadi apa kau juga ingin ikut?" tanya Alneozro.


"Kapan itu?"


"Mungkin dalam 2 hari akan ada kabar dari pengawalku, mereka saat ini sedang mengintai," jawab Alneozro.


"Baguslah jika begitu." angguk Grameisya.


"Oh ya, kau pergi ke tempat latihan tinju kau pasti ingin latihan kan? Kalau begitu mulai sekarang kau latihan di rumahmu saja, aku akan menemani mu," ucap Alneozro.


"Kau ... baik seperti ini tidak ada maksud lain kan?" tanya Grameisya menatap Alneozro sayup.


"Sudah aku katakan, kita ini berada di kubu yang sama, aku membantumu agar kau menjadi kuat untuk melawan agen rahasia itu," ucap Alneozro.


"Baiklah kalau begitu, setelah pulang sekolah, aku akan datang ke sini untuk latihan," jawab Grameisya setuju.


Alneozro tampak senyum. 'Sedikit lagi,' batinnya.


"Oh ya, aku ingin pulang, berikan aku alamat pasar malam, aku akan pergi ke sana," ucap Grameisya berdiri sambil memakai tasnya.


"Ayo aku antar," ucap Alneozro meraih tangan Grameisya dan keluar dari kamarnya menuju mobil.


"Kau jangan pergi sendiri, aku akan menemanimu, sebisa mungkin kita harus menyembunyikan identitas kita," ucap Alneozro menghidupkan mesin mobilnya.

__ADS_1


Perlahan-lahan mobil pun melaju di jalanan menuju pulang ke rumah keluarga besar Andes.


Tuan besar Andes tampak tidak sabar untuk menunggu kedatangan Alneozro. Ia berjalan mondar mandir.


__ADS_2