
...☘️☘️☘️Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Maaf maaf jika itu membuat Anda tersinggung, jika tidak adanya sudah. Kami permisi dulu," ucap Deval mengalah.
"Ya udah, kita pergi," ajak Deval.
Mereka pun melangkahkan kaki pergi.
Duuuaakk!
Terdengar suara hantaman keras dari dalam rumah tersebut.
"Suara apa itu?" tanya Deval melihat kebelakang.
Penjual itu berdiri dan menjengah kepalanya ke dalam.
"Hush! Hush! Dasar kucing sialan! Hey! Di rumah ku nggak ada ikan!" teriak penjual itu berpura-pura.
Karena dengar ucapan penjual itu, Deval dan pak Ahmad langsung pergi karena mereka berpikir jika memang kucing yang melakukan.
Mereka kembali menuju mobilnya dan perlahan-lahan melajukan mobilnya entah ke mana.
Penjual itu masuk ke dalam. "Hey! Apa yang terjadi?" tanya penjual itu.
"Tidak ada apa-apa bos, seperti ada yang ingin memberontak. Tapi tenang saja, akan kami urus mereka," ucap bawahannya.
__ADS_1
"Ya urus mereka jangan sampai menimbulkan suara," ucap penjual itu. Lalu ia pun kembali keluar dan kembali duduk di kursi depan.
"Hey! Berisik sekali kalian!" teriak pria itu membuka pintu tersebut ingin mengintimidasi mereka agar tidak memberontak.
Saya pria itu baru saja masuk, ia melayangkan tendangannya ke arah dagu pria itu hingga kepalanya mendongak ke atas. Grameisya melayangkan lagi tendangannya dan menendang perut pria itu hingga ia terjatuh.
"Aduuh!" teriak pria itu kesakitan.
"Kurang ajar! Beraninya kamu!" ucap temannya geram karena melihat pria itu terluka.
Pria itu pun melayangkan kan pukulannya ke arah Grameisya. Grameisya menghindar lalu menangkap tangannya.
Grameisya menjepit tangan pria itu ke ketiaknya lelah mematahkannya.
Krak!
"Aaaaaaaaaaaaa!" teriak pria itu kesakitan.
Braaakk!
"Sial! Hay kalian! tolong ke sini!" teriak pria itu saat melihat temannya sudah tak bergerak lagi. Ia memanggil teman-temannya yang lain.
Datang 4 orang dan masuk ke dalam.
"Apa yang terjadi?" tanya mereka.
"Kalian tangkap dia!" perintah pria itu menujuk ke arah Grameisya.
Semua remaja yang ada di dalam ketakutan dan berpindah tempat mencari aman.
__ADS_1
"Grameisya, aku akan membantumu!" ucap Defli berdiri di samping Grameisya.
"Tidak perlu, itu akan membuat aku kesulitan karena melindungi mu, kalau lebih baik pergi ke tempat aman saja," tolak Grameisya.
"Wah, kau sok jago rupanya ya, ayo setelah kita menangkapnya kita nikmati dia," ucap pria itu.
"Heh? Ingin menikmati ku? Kalau begitu, nih nikmati tinjuku!" teriak Grameisya meninju salah satu pria itu tepat di hidungnya membuat darah di hidungnya muncrat keluar.
"Dia kuat juga, ayo cepat tangkap dia," ucap mereka.
Mereka pun menangkap Grameisya. Ia pun salto depan dan menghantam kepala salah satu di antara mereka.
Ia melayangkan lagi tendangannya hingga mengenai perutnya.
Grameisya melompat lagi untuk menghindari dari cengkraman pria itu sambil menarik tangan pria tersebut lalu melemparnya.
Bruuuk!
"Sial! Dia kuat sekali!" ucap mereka.
"Terpaksa harus menggunakan senjata ini," ucap pria itu. Mereka mengeluarkan pisau.
"Kalau kamu tidak mau di bunuh lebih baik menyerah saja," ucap pria itu.
"Heh! Kau pikir aku takut dengan senjata mu, yang menggunakan pisau itu orang seperti mu itu hanya di jadikan pajangan saja," ucap Grameisya.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Yuk follow akunku
__ADS_1
IG: Erna Less22
FB: Erna Liasman