TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 135


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


Grameisya hanya mengangguk-angguk.


'Kenapa ya? Apa Alneozro punya rencana lain?' batin Grameisya.


"Mana di perusahaan banyak wartawan, para pegawai juga mengeluh sudah tidak nyaman. Papa harus gimana ya? Benar pusing Papa sekarang," ucap Deval menarik nafas berat dan menghempaskan.


"Ini Tuan, makanannya," ucap Bi Ena.


"Terima kasih Bi," ucap Deval. Ia pun melahap makanannya, sepertinya ia sedang tidak selera.


'Bagaimana ya? Aku punya uang, tapi saat ini aku nggak mau bantu Papa kalau perusahaan mereka masih terikat semua. Aku hanya akan membantu jika perusahaan Papa sendiri. Atau jangan-jangan inilah yang di pikirkan oleh Alneozro?' batin Grameisya.


"Papa, bagaimana kalau sahamnya di bagi saja, Papa kembangkan saja saham sendiri," saran Grameisya.


"Kalau di pecah sedikit sulit sih. Apa lagi angka pasaran sudah semakin turun. Entah apa penyebabnya?" tanya Deval.


'Turun akibat banyaknya masalah di keluarga ini, belum lagi masalah Gladis dan Mia. Keluarga ini benar-benar kacau,' batin Grameisya.


"Papa pecah saja, nanti biar aku bantu, aku yakin dengan kinerja Papa perusahaan kita pasti akan berkembang," ucap Grameisya.

__ADS_1


"Entahlah, Papa kurang yakin. Tapi akan Papa pikirkan nanti," ucap Deval.


"Papa."


"Ya."


"Papa punya waktu?" tanya Grameisya.


"Kenapa?" tanya Deval menaikkan alisnya.


"Mari kita berjalan berdua saja malam ini, Papa pasti selama ini sudah bekerja keras tanpa ada waktu untuk bersenang," ucap Grameisya.


"Hm ... kamu benar, sudah lama Papa tidak pernah keluar, apa lagi bersama mu, maaf ya Nak, Papa lalai dengan tanggung jawab Papa," ucap Deval tersenyum terharu.


"Oke, malam ini, kita ke pasar malam, jam 19:00 ya," ucap Grameisya.


Karena Grameisya selesai makan, ia pun menuju kamarnya. Grameisya pun segera mandi dan bersiap-siap.


☘️☘️☘️☘️☘️


"Papa sudah siap?" tanya Grameisya.


"Sudah donk," jawab Deval tersenyum. Grameisya pun mengandeng tangan Deval layaknya seorang anak gadis yang manja dengan Papanya.


"Mau kemana mereka? Tumben?" tanya Gladis mengintip di balik tembok.

__ADS_1


"Kamu ngapain?" tanya Deon menepuk pundak Gladis membuat ia terkejut.


"Kamu ini buat terkejut aja," ucap Gladis menepuk kembali Deon.


"Kamu nggak lihat video kamu dan Mia yang sedang tranding itu," ucap Deon.


"Kenapa emangnya? Ini adalah masalahku bukan masalah mu!" ucap Gladis ketus lalu pergi meninggalkan Deon masuk kembali ke dalam kamarnya dengan membanting pintu.


"Dih! Ini bukan masalah kamu doank! Tapi dampaknya sama keluarga juga!" ucap Deon kesal, ia pun meninggalkan tempat tersebut.


Grameisya dan Deval sudah meluncur di jalanan dengan mobilnya.


"Kita ke pasar malam yang mana?" tanya Deval.


Grameisya ingat jika orang tua Jun punya taman hiburan terbesar di kota itu. Pasar malam yang sangat besar itu siapa yang tidak mengenali pemiliknya.


"Kita ke taman hiburan terbesar di kota ini saja Pa," ucap Grameisya.


Mobil pun terus meluncur hingga akhirnya mereka sampai di taman hiburan terbesar itu.


"Kamu mau naik apa?" tanya Deval.


"Hm? Ayo kita baik kapal terbang," ajak Grameisya.


Deval berjalan menuju tempat pembelian karcis dan ia harus mengantri di sana.

__ADS_1


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2