
Happy reading 🥰🥰
-
❤️❤️❤️
Para pelayan itu menunduk ketakutan.
"Maksud kalian bikin makanan seperti itu apa? Kalian sudah tidak mau kerja lagi ya! Kalian pikir ini sedang bercanda! Bermain-main dengan makanan, sempat kalau dia alergi bawang putih bagaimana! Kalian mau tanggung jawab!" ucap Alneozro murka.
"Ck! Ternyata dia bisa marah juga," ucap Grameisya tersenyum.
"Ma-maaf Tu-Tuan, ka-kami melakukan seperti ini karena ... Kami berpikir jika dia adalah wanita penyihir yang sudah menyihir Tuan," ucap mereka terbata-bata.
"Apa! ... apa yang kalian pikirkan? Bagaimana bisa menyihir ku? Apa yang bisa kalian lihat?" tanya Alneozro dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Tuan berubah setelah mengenal dia. Tadi saja dia mengomel Tuan, Tuan biasa saja dan tidak marah," jawab mereka.
"Hanya itu saja? Aku tidak marah karena emang tidak ada yang perlu di marah kan, wanita mengomel itu biasa, kalau di jawab malah tambah panjang. Kalian ini!" omel Alneozro.
"Bukan hanya itu, kemaren Anda memanggil kami dengan panggilan Grameisya. Anda juga salah makan, seharusnya puding adalah makan penutup tapi Anda makan sebelum makan nasi. Anda juga salah memakai sepatu, sepatu Anda beda warna, kiri warna hitam, kanan warna coklat. Anda juga salah memakai baju, seharusnya jas ada di luar tapi Anda pakai jas di dalam dan kemeja di luar. Malamnya Anda menabrak pintu tapi jendela yang Tuan pukul," ucap pegawai itu panjang lebar.
"Hm ... Itu ya? Itukan karena aku hanya tidak fokus saja, tidak ada kaitannya dengan aku di sihir dia," ucap Alneozro.
"Tapi Tuan, di rumah ini sudah banyak para artis papan atas yang datang, wanita karir lainnya juga sedang mengantri menunggu jawaban dari Anda. Tapi satu pun tidak ada Anda pandang. Tapi saat dia ada, Anda seperti tersihir olehnya, dia sendiri entah datang dari mana, dan juga masih anak sekolahan. Jadi kami berpikir jika Tuan dalam pengaruh sihir," ucap mereka.
"I-iya Tuan," jawab mereka mengangguk lemas.
Alneozro pun kembali ke depan dan menghampiri Grameisya.
"Kamu mau ku pesankan sarapan?" tanya Alneozro.
__ADS_1
"Enggak udah, kita langsung latihan saja, tapi tolong berikan aku air putih, dari tadi tenggorokan ku hanya terasa bawang putih saja," ucap Grameisya.
"Eh iya, sebentar," ucap Alneozro mengambil gelas dan menuangkan air putih lalu membawakan air putih itu kepada Grameisya.
Grameisya menerimanya dan meneguk air itu hingga habis.
"Ya udah, kita langsung latihan saja," ajak Grameisya.
Merek berdua pun pergi menuju ruang nge-jam.
"Apaaaaaaaaaaaaaaa! Di potong gaji selama 6 bulan, Aaaaaaaaaaaaa! Aku tak rela!" teriak mereka.
"Lihatlah, Tuan benar-benar di sihir, bahkan Tuan saja mengambil minum untuk dia! Ini tidak bisa di biarkannnnnnnnnn!" teriak mereka.
❤️❤️❤️
__ADS_1