
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
"Tapi bisanya kau emang suka bakar membakar ya?" tanya Grameisya.
"Hm iya. Aku jika tidak suka langsung saja bakar," jawab Alneozro menaikkan sebelah alisnya.
"Jadi? Kalau kau tidak suka padaku, apa kau akan membakar ku juga?" tanya Grameisya.
"Bukan kau yang terbakar, tapi aku. Aku yang sekarang sudah terbakar oleh api cinta mu, aku rasa sekarang tidak ada yang bisa memadamkannya," ucap Alneozro tersenyum melihat ke arah Grameisya.
"Cih! Sok gombal! Aku tidak tahu kau yang arogan seperti ini ternyata pandai menggombal juga," ucap Grameisya.
"Aku hanya akan bertingkah aneh hanya di depan mu saja, hanya kau yang boleh melihat ku seperti ini," ucap Alneozro.
"Suka-suka mu lah."
☘️☘️☘️☘️☘️
Perjalanan yang memakan waktu yang cukup lama. Mereka pun sampai di Negara A.
__ADS_1
Para pengawalnya mengeluarkan mobil dari jet pria pribadinya.
"Ayo, kita langsung ke markasnya," ajak Alneozro.
Beberapa mobil yang di kendarai oleh ketiga temannya itu mengikuti mereka dari belakang.
Adinda dan Alina sudah di bawa duluan ke markas.
"Kamu nggak capek apa sudah mengurus ini dan itu?" tanya Grameisya.
"Tenang saja, besok aku akan istirahat lama di temani oleh mu," ucapnya merangkul Grameisya.
"Minta temani sama Belinda sana," ucap Grameisya manyun.
Di sana, terlihat Alina dan Adinda di ikat dengan rantai besi.
"Lepaskan!" terima Adinda memberontak.
"Sial! Aku tidak ada sangkut paut dengan masalah ini, kenapa aku juga di tangkap?" tanya Alina.
"Berhenti memberontak! Karena kalian adalah satu agen, jadi itu juga ada urusan dengan mu," ucap Alneozro.
"Apa lagi dengan ku. Aku sangat berterima kasih kepada Adinda karena kau sudah menyebar foto itu, jika tidak mungkin aku dan Alina tidak bisa bertemu," ucap Grameisya.
__ADS_1
"Siapa kau sebenarnya? Aku tidak mengenalimu sama sekali," ucap Alina melihat ke arah Grameisya.
"Ya, kau tidak mengenali ku secara fisik, tapi kau sangat mengenaliku secara jiwa," jawab Grameisya.
"Jiwa?" tanyanya tak mengerti.
Grameisya mendekati Alina, ia meletakan kedua tangannya di kursi tempat Alina bersandar.
Grameisya menatap mata Alina dalam, wanita inilah yang sudah menghancurkan hatinya di detik-detik kematiannya.
"Kau sadar dengan apa yang sudah kau perbuat dengan masa lalu mu yang dulu? Kau ingat seseorang yang kau bunuh?" tanya Grameisya.
"Bunuh? Aku sudah banyak membunuh orang! Jika kalian tidak mau ku bunuh maka dari itu lepaskan aku!" teriak Alina memberontak.
Grameisya berdiri. "Ha-ha-ha, kau ini sangat lucu ya. Kau itu hanya seekor kecoak, malah berlagak di kandang harimau. Kau tidak takut di permainan kan?" tanya Grameisya terkekeh.
"Kau tidak tahu kan kalau aku adalah agen terkuat? Semua takut dan tunduk padaku! Aku bisa menghancurkan seribu orang dengan senjata api tanpa tersenyum senjata api dari lawanku, kau tau itu?" ucap Alina membanggakan diri.
Ekspresi Alneozro dan Grameisya saat ini \=
[😑😑😑😑]
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
[Jangan lupa like, vote, komen, iklan, tips dan hadiah terima kasih]