
Happy reading 🥰🥰
-
❤️❤️❤️
"I-iya, ta-tapi jijik," ucap gadis itu melihat toilet itu geli.
Grameisya mendekati toilet tersebut dan membuka penutupnya.
"Lakukan sendiri atau aku yang melakukannya, jika aku yang melakukannya kau tidak ku beri ampun," ucap Grameisya.
Gadis itu terlihat matanya berkaca-kaca, ia mengambil air itu dengan tangannya dan menyiram tubuhnya.
"Bagus, lakukan sampai tubuhmu basah," ucap Grameisya melihat gadis itu dengan melipat tangannya.
"Sudah," ucap gadis itu murung.
"Belum, itu di punggung mu belum basah, sudah ku bilang basah kan semua badanmu," ucap Grameisya lagi.
Gadis itu terpaksa menyiramnya lagi.
Bel sekolah berbunyi menandakan murid harus masuk ke kelas.
__ADS_1
Grameisya pun keluar dari toilet dan meninggalkan gadis itu begitu saja.
"Hey! Tunggu aku, bagaimana dengan baju basahku!" teriak gadis itu.
"Bukan urusan ku, kau pikirkan saja sendiri," ucap Grameisya yang berlari menuju kelasnya.
Gadis itu tampak menangis, mau tak mau gadis itu terpaksa bolos sekolah karena ia tidak bawa baju ganti.
Pelajaran pun berlangsung.
Sebuah pesan masuk di ponselnya.
Tririt! Tririt!
Tririt! Tririt!
"Malam ini aku temani kamu untuk menjual berkas itu di pasar gelap, kamu harus bersiap jam 19:00 malam ini. Aku akan menjemputmu."
Grameisya tersenyum.
❤️❤️❤️
Saatnya pulang sekolah, Grameisya masuk ke dalam rumah. Grameisya sedang berjalan mecari Bi Ena, tapi tidak ia temukan. Saat itu ia tak sengaja melewati sebuah ruang kerja kakek Andes.
__ADS_1
Akan tetapi, ia mendengar suara Andes sedang bicara, pintunya sedikit terbuka.
Grameisya mendekati ruang itu dan melihat di dalamnya semua kepala ada di sana.
"Kalian ini! Sudah tahu perusahaan kita sudah hampir bangkrut, tapi kalian masih saja hambur-hamburkan uang! Kalian berpikir bagaimana perusahaan kita ini bangkrut dan dan kita kehilangan semua harta kita ini! Apa kau kalian tinggal di jalanan! Bahkan jalanan nggak mau terima kita. Entah apa yang kalian beli hingga menghabiskan 1 M untuk satu bulan, kalian pikir!" seru Andes marah.
Di dalam ruangan itu senyap, tidak ada yang menyahut.
'Cih! Lihat saja nanti, kalau aku berhasil mendekatkan Yessy dengan Tuan Alneozro, maka keluarga sampah ini akan ku tinggalkan!' batin Mila.
"Kita masih beruntung bisa bekerja sama dengan Tuan Alneozro. Itu pun dia belum lagi melayangkan surat kontraknya, jadi tugas kamu Deval, kamu harus minta Grameisya untuk bicara dengan Alneozro secepatnya memberikan surat kerja sama itu. Dan untuk kalian semua, semua uang aku yang pengang, jadi setiap bulannya kalian akan di beri jatah. Jika kalian boros itu terserah kalian," ucap Andes.
"Heh! Menyuruhku untuk mengatakan pada Alneozro secepatnya memberi surat kerja sama. Terserah dia mau beri kapan, bukan urusanku," ucap Grameisya meninggalkan ruang tersebut.
"Berapa Papa akan beri kamu perbulan?" tanya Defgi.
"25 juta," jawab Andes.
"Apa! Itu sendiri sekali, mana bisa uang segitu cukup untuk satu bulan! harga bedak saja 50 juta perbulan, Papa nggak bisa kayak gitu!" ucap Mila tak terima.
"Diam kamu! Itu terserah pada apa kataku, bukan terserah kamu, kalau kamu tidak terima ya sudah, kamu tidak perlu diberi uang bulanan," ucap Andes.
Mila tampak kesal, ia berdiri dan meninggalkan ruangan tersebut.
__ADS_1
❤️❤️❤️