TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 33


__ADS_3

Perjalanan yang memakan waktu 40 menit itu akhirnya mereka pun sampai di sebuah perusahaan yang sangat besar itu.


"Ini perusahaanya?" tanya Grameisya.


"Iya Nona." angguk pak Ahmad.


"Kok nggak sama dengan di kartu," ucap Grameisya.


"Hm ... mungkin ada perubahan pada perusahaan merek beberapa waktu lalu," jawab pak Ahmad.


"Baiklah, aku masuk ke dalam. Mungkin agak lama, jadi tidak perlu menungguku," ucap Grameisya membuka pintu mobilnya.


"Saya tunggu Anda saja Nona," ucap pak Ahmad.


Grameisya mengangguk dan kemudian ia pun keluar dari mobil dan berlari kecil masuk ke dalam perusahaan.


Seorang wanita datang mendekat. "Apa Nona adalah Nona Gra ... Gra ...."


"Grameisya," ucap Grameisya spontan.


"Oh ya, Nona Grameisya, Tuan sudah menunggu Anda di dalam ruangannya," ucap wanita itu.


Grameisya mengikuti wanita itu ke dalam.


Ting tong!


Ting tong!


Bel ruangan itu berbunyi.


"Silakan masuk," ucap Alneozro.

__ADS_1


"Silakan Nona masuk ke dalam," ucap wanita itu mempersilakan masuk ke dalam.


Grameisya pun melangkahkan kakinya ke dalam ruangan yang cukup besar itu, tempat yang sangat mewah, entah itu kantor atau hotel.


"Selamat datang Nona Grameisya, aku senang kau datang ke perusahaan ku," ucap Alneozro menyambut kedatangan Grameisya sambil tersenyum.


"Apa kedatangan ku tidak menganggu pekerjaan mu?" tanya Grameisya duduk di sofa.


"Untuk masa saat ini aku senggang. Oh ya, mana nomornya?" tanya Alneozro.


Grameisya mengambil ponselnya dan mencari nomor Adinda.


"Ini nomornya."


"Baiklah, aku akan cek lokasinya. Alneozro membawa ponsel Grameisya ke mejanya. Grameisya juga nggak mau ketinggalan, ia mengikuti Alneozro dan berdiri di samping Alneozro.


Melihat itu, Alneozro pun mengambil kursi. "Nih tempat duduk kamu, nanti kamu kecapean berdiri," ucap Alneozro.


Alneozro pun memasukkan nomor ponsel yang tidak aktif itu dan segera melacak keberadaan nomor itu sekarang.


"Jika dia tidak membuang nomornya dan hanya mengnonaktifkan nomornya saja mungkin kita bisa melacaknya, yang penting sabar saja ya," ucap Alneozro yang sedang mencari lokasinya.


[Loading]


10%...


20%...


30%...


40%...

__ADS_1


50%...


60%...


70%...


80%...


90%...


100%...


[Completed]


"Ah sudah dapat, titik lokasinya terkini ada di negara T, mungkin perjalanan ke sana sekitar 2 jam jika mengunakan pesawat," ucap Alneozro.


'Di negara T, ini bukan markas besar agen rahasia itu, kenapa Adinda pergi ke sana? Itu hanyalah cabangnya saja, atau mungkin ia mendapat perlindungan dari sana? Jika menunggu, sampai kapan aku akan menunggu Adinda datang kembali,' batin Grameisya.


"Kau jangan pikir untuk pergi sendiri. Aku akan ikut denganmu," ucap Alneozro.


Grameisya menekuk alisnya. "Kamu ini kenapa? Kamu itu adalah CEO terbesar yang sibuk dengan pekerjaan dan perusahaan mu, emangnya ada waktu ikut denganku?" tanya Grameisya.


"Tentu saja aku sibuk, tapi pekerjaan ku bisa aku serahkan kepada Asisten ku. Aku sangat penasaran apa yang akan kamu lakukan di sana? Apa kau punya dendam?" tanya Alneozro.


Grameisya terdiam. Jika di ingat wajah Pria brengsek itu hatinya benar-benar sangat kacau.


"Bukan apa-apa, kirim titik koordinatnya ke ponselku," pinta Grameisya.


Alneozro pun mengirimnya ke ponsel Grameisya.


'Aku semakin dekat sekarang, setidaknya aku sudah tahu di mana kalian berada, aku sungguh tidak sabar ingin menghancurkan kalian,' batin Grameisya mengengam erat tangannya.

__ADS_1


"Terima kasih, aku pergi dulu," ucap Grameisya berdiri.


__ADS_2