
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Saat malam tiba, Grameisya pun pulang.
Di depan pintu terlihat ke empat sepupunya.
"Kalian kenapa? Tumben?" tanya Grameisya.
"Kamu keren bangetttttt, bisa mengalahkan orang sebanyak itu. Kamu latihan di mana?" tanya Deon.
"Kau nggak tahu kalau dia sering latihan di tempat Tuan Alneozro," ucap Gladis manyun sambil melipat tangannya.
"Tapi sejak kapan?" tanya Deon menggaruk kepalanya.
"Jadi kalian di sini untuk merayakan kemenangan ku?" tanya Grameisya tertawa lucu.
"Aku sih enggak, mereka aja," ucap Gladis.
"Udah, nggak perlu sambut aku terlalu capek dan ingin istirahat," ucap Grameisya berjalan melewati mereka.
"Or you the best Grameisya," ucap Deon mengacungkan dua jempol tangannya.
"Terserah kalian sajalah," ucap Grameisya mengangkat tangannya dan masuk ke dalam kamarnya.
Ia melepaskan baju seragam bela dirinya itu dan segera berendam dengan air hangat.
"Ah, ini sangat nyaman," ucap Grameisya sambil memejamkan matanya. Tanpa sadar ia tertidur.
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️
"Cieee, yang baru jadian, bikin orang iri saja," ucapnya dengan mencolek bahu Grameisya.
"Kau lagi, kenapa akhir-akhir ini kau sering muncul, sedangkan dulu kau tak pernah muncul," ucap Melisa.
"Dulu aku jiwaku tertidur, tapi sekarang jiwaku sadar, tapi separuh jiwa ku sudah menghilang. Sebelum aku menghilang, aku ingin lebih dekat lagi denganmu, bolehkan?" tanyanya.
"Hm." Melisa mengangguk.
☘️☘️☘️☘️☘️
Seketika Grameisya bangun dan ia masih berada di bak mandi.
"Astaga! Aku malah ketiduran di sini," ucap Grameisya bangun dari bak mandi dan ia pun menyeka tubuhnya dengan handuk.
☘️☘️☘️☘️☘️
Ke esokkan harinya. Grameisya bangun dan sudah memakai baju seragam sekolah.
"Di mana Defli?" tanya Grameisya.
"Enggak tau, mungkin masih tidur ya?" tebak mereka.
Grameisya melihat ke atas dan ia pun berjalan menuju kamar Defli.
Tok! Tok!
Tok! Tok!
"Defli, kamu sudah bangun belum? Kalau sudah turun ke bawah!" panggil Grameisya.
__ADS_1
Akan tetapi tidak ada jawaban.
"Hm ... Kemana dia?" tanya Grameisya.
Ia pun mengetuknya lagi, tapi pintu tetap tidak ada yang membukanya.
Duk! Duk!
Duk! Duk!
"Defli! Kau mendengarkan kan! Ayo buka pintunya!" panggil Grameisya lagi dengan geram. Tapi tetap saja tidak ada jawaban.
Grameisya mundur beberapa dan ia pun menendang pintu kamar Defli.
Saat pintu terbuka, Grameisya melihat Defli yang masih terbaring di kasurnya.
Grameisya pun masuk dan mendekati Defli.
Grameisya melihat ada botol obat tidur di sampingnya.
"Apa dia menggunakan obat ini untuk tidur?" tanya Grameisya mengambil botol itu yang ternyata sudah kosong.
"Defli! Defli! Ayo bangun!" panggil Grameisya menggoyang tubuh Defli, tapi tubuh itu tak bergerak sedikit pun.
Grameisya melihat bibir Defli sudah pucat. Ia pun segera memeriksa nadinya, detak jantung dan nadi di tangannya.
"Tidak ada? Jangan-jangan Defli ...." Grameisya mencoba menggoyangkan lagi tubuh Defli.
"Defli! Defli! Ayo bangun Defli!" teriak Grameisya dengan tanpa sadar matanya berkaca-kaca.
"Defliiiiiiiiiiiiiiiiiii!" teriak Grameisya dengan kuat membuat orang yang ada di bawa terkejut dan langsung bergegas ke atas.
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
[Jangan lupa like, vote, komen, iklan dan hadiah ya. Terima kasih]