TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 56


__ADS_3

Happy reading 🥰🥰


-


❤️❤️❤️


Grameisya berjalan hingga di pinggir jalan dan ia menunggu di sana.


Tak lama kemudian, sebuah mobil datang mendekat. Melihat mobil itu datang, Grameisya melambaikan tangannya.


Mobil itu pun berhenti di depan Grameisya.


Kaca jendela mobil perlahan-lahan terbuka.


"Masuk," ucap Alneozro.


Grameisya membuka pintu dan Grameisya pun masuk ke dalam mobil dengan membawa berkas tersebut.


"Jalan!" perintah Alneozro kepada pengawalnya.


Mobil pun kembali melaju untuk menuju suatu tempat.


Di perjalanan Alneozro tampak diam.


'Kenapa dia ini? Tumben diam aja?' batin Grameisya melihat ke arah Alneozro.


Karena Alneozro diam, ia pun ikut diam sambil memeriksa kembali berkasnya.


❤️❤️❤️


Perjalanan yang memakan waktu 45 menit itu, mereka pun sampai di tempat.

__ADS_1


"Ayo turun," ajak Alneozro.


Mereka pun turun dari mobil dan menuju sebuah tempat.


Mereka masuk ke gang dan di gang itu lah ada pasar, tidak terlalu ramai dan hanya ada beberapa orang yang berjualan di sana.


Bukan pasar seperti biasanya, mereka menjual barang antik.


Alneozro berhenti di depan penjual Gucci lama itu sambil mengeluarkan sebuah amplop.


"Beri tahu di mana ketua mafia," ucap Alneozro menyalami seorang bapak-bapak dengan amplop itu.


"Ehem! Aku nggak bisa kasih informasi lebih, cuma aku akan beri tahu alamatnya saja, sisanya Anda cari sendiri," ucap bapak itu mengambil amplop itu dan menyimpannya di dalam saku bajunya.


"Tidak masalah," jawab Alneozro.


"Mereka ada di rumah nomor 17, password nya. Kedelai," ucap bapak itu.


Alneozro mengangguk mengerti. Mereka pun berjalan untuk mencari rumah yang di sebutkan.


Alneozro berhenti di sebuah rumah nomor 17. Ia pun mendekati tempat tersebut.


Tok! Tok!


Tok! Tok!


"Tahu lembut," ucap seorang pria yang sedang mengintip mereka dari sebuah lubang yang sebenar mata.


"Kedelai," jawab Alneozro.


Pria itu pun membuka pintu. "Mari masuk."

__ADS_1


Alneozro dan Grameisya pun masuk ke dalam rumah yang remang-remang itu.


"Ada keperluan apa kalian ke sini?" tanya pria itu. Ia adalah bawahan.


"Aku ingin ketemu dengan ketua kalian, ada yang ingin ku bahas," ucap Alneozro.


"Ketua kami tidak ada, kalau ada yang ingin di sampaikan beri tahu kami saja," ucap pria itu.


Di dalam ruang itu ada 5 orang pria dengan tubuh kekar.


"Tapi ini masalah penting yang tidak bisa kalian yang mengambil keputusannya. Jadi beri tahu ketuamu," ucap Alneozro.


"Ketua kami tidak bisa bertemu dengan sembarang orang, berikan tahu saja apa yang ingin kamu sampaikan," ucap pria itu tegas.


Alneozro terpaksa membuka topinya dan mereka terkejut.


"Tuan Alneozro," ucap mereka terbelalak.


"Jadi, apa aku orang sembarangan?" tanya Alneozro.


"Tidak," jawab mereka.


"Jadi, apa bisa kalian memberi tahu pada ketua kalian? Ada bisnis yang ingin ku bicarakan padanya," ucap Alneozro.


Mereka tampak senang, kalau orang kaya bicara bisnis itu menandakan jika ada uang masuk.


"Kamu cepat beri tahu ketua," ucap pria itu kepada temannya.


Salah satu bawahan itu masuk ke dalam rumah tersebut.


Tak lama kemudian, seorang pria dengan tubuh lebih besar lagi datang, ia hanya memakai baju kaos tanpa lengan.

__ADS_1


"Wah, tidak menyangka jika Tuan Alneozro datang ke tempat ku ini, suatu kehormatan untukku," ucap pria tubuh besar itu melayangkan senyumnya.


❤️❤️❤️


__ADS_2