TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 199


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


"Monster? Mana ada monster di sini," ucap mereka bingung.


"Iya, ada monster tadi, tapi dia sudah pergi. Tolonglah Dokter, sakit banget," ucap Ferdi mengeluh.


"Baiklah, tapi harus tunggu orang tua kamu dulu untuk persetujuan operasi ini," ucap Dokter.


"Ayolah Dokter, lakukan saja. Tidak perlu menunggu mereka," ucap Ferdi.


"Tapi operasi ini harus ada persetujuan, coba kamu telpon Mama kamu di mana dia sekarang," ucap Dokter tersebut.


Dokter itu membantu mengambilkan ponsel Ferdi dan ia pun menghubungi Mamanya.


"Kemana sih Mama, kok pulangnya lama banget," gerutu Ferdi tak sabaran.


Tuuut! Tuuut!


Tuuut! Tuuut!


"Halo," jawab Mama Ferdi.


"Ma, Mama cepat datang ke rumah sakit, aku mau operasi," ucap Ferdi cepat.

__ADS_1


"Lho kenapa?" tanya Mama Ferdi bingung.


"Kaki ku di patahkan oleh monster, pokoknya Mama cepat datang untuk menandatangani surat pengoperasian ini," ucap Ferdi.


"Iya iya, Mama akan datang secepatnya," ucap Mama Ferdi.


☘️☘️☘️☘️☘️


Sesampainya Grameisya di rumah Amar, saat di jalan tadi, Amar sudah mengirim lokasi rumahnya kepada Grameisya.


"Hm ... sangat harum," ucap Grameisya mencium bau bunga mawar.


Grameisya turun dari mobil dan melihat di depan rumah Amar di penuhi oleh hamparan bunga mawar yang berwarna warni.


"Aku tidak menyangka, ada pria yang menyukai bunga juga," ucap Grameisya tersenyum.


Ia pun melangkahkan kakinya menuju pintu utama. Terlihat sosok pria yang sudah menunggunya di gerbang pintu.


"Suka," jawab Grameisya mengangguk.


"Akan ku berikan padamu, tapi dengan satu syarat," ucap Amar.


"Apaan?" tanya Grameisya mengangkat alisnya.


"Jadilah kekasih ku," ucap Amar serius.


Mendengar ucapan Amar membuat Grameisya tertegun.

__ADS_1


"Pppffff, ha-ha-ha, aku cuma bercanda, jangan kau ambil serius donk. Aku belum mau mati di tangan Alneozro pria arogan itu," ucap Amar tertawa terbahak-bahak.


"Sialan!" umpat Grameisya menonjok kepala Amar, untung saja tidak kuat.


"Aduh, Neng jangan main tonjok aja donk, sakit tau," ucap Amar memegang kepalanya.


"Kamu sih, nyebelin banget," ujar Grameisya manyun.


"He-he-he, cuma mengprank aja kok, kamu bisa masa aku nggak. Ya udah ayo masuk ke dalam rumah," ajak Amar.


Mereka pun masuk ke dalam rumah. Grameisya melihat sekeliling rumah itu yang di cat warna hijau muda dan hijau tua.


"Kamu suka warna hijau ya?" tanya Grameisya.


"Suka, apa lagi warna pink," ucapnya terkekeh.


"Sudahlah, ucapanmu itu udah lari kemana-mana. Cepat tunjukkan aku mana yang kau cari tadi," ucap Grameisya.


"Sabar dulu donk Nona. Kamu duduk di sofa dulu, akan ku ambilkan laptop ku dulu," ucap Amar menujuk ke arah sofa yang berwarna hijau tua.


"Bibi! Berikan minuman dan cemilan terbaik di rumah ini untuk tamu kita!" panggil Amar.


"Baik Tuan," ucap pembantu itu tersenyum senang.


"Ck! Ternyata dia penggoda juga, ibu-ibu yang udah tua aja tersenyum genit ke arahnya," omel Grameisya.


Beberapa saat kemudian, pembantu itu membawakan minuman dan cemilan dan meletakan di depan Grameisya.

__ADS_1


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


[Jangan lupa like, vote, komen, iklan dan hadiah ya terima kasih]


__ADS_2