TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 65


__ADS_3

Happy reading 🥰🥰


-


❤️❤️❤️


Setelah berganti pakaian yang di siapkan oleh Alneozro, Grameisya turun dan duduk di meja makan bersama Alneozro.


Dengan wajah merenggut, para pelayan menyiapkan makanan di atas meja.


"Hu-hu-hu, aku nggak rela Tuan Muda sudah punya kekasih hati," ucap para pelayan menangis saat melihat Grameisya dan Alneozro makan bersama.


"Huh! Bilang saja kalian iri dan nggak rela bila Tuan Alneozro mendapatkan seorang kekasih. Terus kalian berasumsi jika wanita itu penyihir, kalian benar-benar ya," ucap kepala pelayan yang tiba-tiba saja datang ke dapur.


"Siapa yang rela idola kamu sudah di milik oleh seseorang. Dia itu milik bersama," ucap mereka sedih.


"Lalu? Dia harus mendengar ucapan kalian hingga nggak menikah seumur hidupnya, tidak punya keturunan," ucap kepala pelan itu tambah kesal melihat bawahannya itu.


"Tapi kalo nikahnya sama aku nggak masalah," ucap pelayan itu senyum tersipu.

__ADS_1


"Enak aja! Aku donk yang harus nikah sama dia," ujar pelayan yang lain tak mau kalah.


"Idih! Kepedean kamu! Lihat tubuhmu yang kurus kering itu, mana mungkin Tuan menyukai mu. Nih kayak aku, montok," ucap pelayan itu memperlihatkan dadanya.


"Itu bukan montok tapi gendut," ejek temannya.


"Cukup! Kalian ini gimana sih. Intinya kalau kalian nggak mau di tendang, kerjakan saja pekerjaan kalian dan jangan lakukan apa pun yang membuat dia marah, pada masa itu, aku pun tidak bisa membantu kalian. Ingat itu!" seru kepala pelayan meninggalkan mereka semua.


Mereka saling memandang satu sama lain sambil menghela nafas.


Setelah makan mereka masuk ke dalam mobil dan mobil itu melaju di jalanan menuju ke suatu tempat.


Mereka pun turun dari mobil dan menuju ke sebuah bangunan.


"Tempat apa ini?" tanya Grameisya melihat sekeliling tempat itu seperti gedung yang sudah lama tak berpenghuni.


"Tempat khusus mengintrogasi orang," jawab Alneozro.


Mereka terus masuk ke dalam dan akhirnya menemukan sebuah ruangan.

__ADS_1


Di sana ada 2 orang pria yang tubuhnya di ikat dan babak belur. Mereka di jaga oleh 10 orang pengawal Alneozro.


Kedua pria itu terkejut melihat Alneozro yang datang.


"Kenapa kamu?" tanya pria itu.


"Kenapa aku? Seharusnya kalian tahu kenapa aku. Siapa yang sudah menyuruh mata-mata menyusup di perusahaan ku? Kalian pikir aku orang yang hanya membiarkan kalian seenaknya berbuat apa yang ingin kalian lakukan? Aku tidak sebaik itu, kalian kejam aku lebih kejam lagi," ucap Alneozro menatap mereka tajam.


"Sampai mati pun kami tidak akan mengatakan apa pun! Kau tidak akan mendapatkan informasi apa pun! Bunuh saja kami!" hardik mereka.


"Tidak semudah itu kalian mati, aku juga tidak menginginkan informasi apa pun, yang aku inginkan adalah kehancuran agen rahasia kalian. Aku akan menyiksa kalian sampai aku puas, baru aku akan membunuh kalian. Aku akan menunjukkan kekuasaan ku pada agen rahasia kalian bahwa aku tidak lemah. Dasar payah. Berikan aku besi panas," ucap Alneozro.


Seorang pengawal memberikan besi di atas tunggu, merah padam yang berarti besi itu panasnya tidak terukur lagi.


Alneozro menerimanya dan ia memperlihatkan kepada kedua orang itu.


"Menurut kalian bagian mana dulu yang aku tusuk?" tanya Alneozro tersenyum menyeramkan.


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2