TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 48


__ADS_3

Happy reading 🥰🥰


❤️❤️❤️


"Astaga! Kamu ini bawa singa ke rumah, singa itu letaknya di kandang, bukan di kamar," bisik Lio sambil mengelus pipinya yang sakit di tinju Grameisya.


Alneozro juga sedang memegang pipinya kirinya.


Alneozro berbalik badan. "Grameisya, kamu jangan marah dulu, dia buka baju kamu matanya di tutup dengan penutup mata, jadi nggak kelihatan kok," ucap Alneozro menenangkan.


"Ah sudahlah, aku ingin pulang," ucap Grameisya.


"Baiklah Nona Grameisya, saya periksa dulu," ucap Lio mencoba tersenyum.


Grameisya diam. Lio pun mendekati Grameisya sedikit rasa takut, takut kena tonjok lagi.


"Nona sudah baikan sekarang, cuma luka Nona 2 hari jangan sampai kena air ya, ini obat yang harus Nona minum. Udah aku pergi dulu," ucap Lio setelah memberi obat dan dia kabur.


"Alneozro, kamu harus membayar ku 5 digit, jangan kurang!" teriak Lio dan ia langsung pergi.


"Hm ... apa tidak ingin istirahat dulu di sini? Kamu masih sakit," ucap Alneozro.


"Tidak, aku harus pulang," ucap Grameisya.

__ADS_1


"Oh ya, kamu bilang ada yang ingin kamu bahas, tentang apa?" tanya Alneozro mengalihkan pembicaraan.


"Oh iya, aku melupakannya. Itu tentang surat bangunan markas agen rahasia, aku ingin tahu apa markas mereka itu sudah resmi dari pemerintah atau itu hanya surat rekayasa," ucap Grameisya.


"Oh begitu ya, aku akan bantu kamu cek, suratnya ada kamu bawa?" tanya Alneozro.


"Ada di dalam tas ku, di mana tasku?" tanya Grameisya.


"Saat aku membawamu aku tidak membawa tasmu, apa sama supir mu?" tanya Alneozro.


"Ah iya, tas ku dalam mobil. Tolong telpon dia untuk segera datang ke sini, surat itu sangat penting, jika sampai jatuh ke tangan orang aku tidak bisa balas dendam," ucap Grameisya.


"Aku akan telpon Tuan Andes untuk menyuruh supir mu datang ke rumahku," ucap Alneozro.


Tuuut! Tuuut!


Tuuut! Tuuut!


"Halo Tuan Alneozro," jawab Andes terlihat senang karena dapat telpon dari Alneozro lagi.


"Tolong kamu beri tahu pada supir Grameisya untuk datang ke rumah ku, dan bawa tas Grameisya ke sini," ucap Alneozro.


"Baik Tuan Alneozro. Oh ya Tuan Alneozro. Hm ... kira-kira kapan aku bisa ketemu Anda, ada yang ingin saya bahas," ucap kakek Grameisya.

__ADS_1


"Hm ... nanti aku datang ke rumah Anda untuk mengantar Grameisya pulang, kita bisa membahasnya di rumah Anda," ucap Alneozro.


"Baik Tuan, saya tunggu kedatangan Anda," ucap Andes senang.


Alneozro pun memutuskan panggilannya. Ia keluar dari kamarnya.


"Bi, tolong siapkan makanan untuk tamu ku," ucap Alneozro.


"Baik Tuan." angguk pelayan rumah itu. Alneozro kembali masuk ke dalam kamarnya.


"Aku baru pertama kali melihat Tuan bawa wanita ke rumahnya, masuk ke dalam kamarnya lagi," ucap pelayan itu mulai bergosip.


"Apa dia orang spesial bagi Tuan Muda?" tanya mereka.


"Sepertinya begitu, ah ini tidak bisa di biarkan. Bagaimana jika dia mengambil Tuan muda kita? Membayangkan membuat aku panas," ucap pelayan itu.


"Aku juga nggak rela kalau Tuan muda sudah ada yang punya. Tuan muda kan milik kita bersama," ucap pelayan itu manyun.


"Hush kalian ini! Mau siapa pun di pilih Tuan muda itu hak dia, kita di sini hanya pekerja, ingat itu!" ucap kepala pelayan rumah Alneozro.


"Ya elah, Bibi gimana sih, siapa yang rela sang idol menikah," ucap mereka.


"Hey! Idol juga harus menikah, kalau nggak gimana dia mau melahirkan idola yang baru, sudah, lanjut kerja," ucap kepala pelayan itu.

__ADS_1


__ADS_2