TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 76


__ADS_3

Happy reading 🥰🥰


-


❤️❤️❤️


"Iya Papa tahu, terima kasih sudah mengingatkan," ucap Deval.


"Papa, aku datang ingin minta nomor sekretaris Adel," punya Grameisya.


"Oh, ada keperluan apa kamu dengan sekretaris Adel?" tanya Deval.


"Ah, hanya ingin tanya-tanya saja tentang perusahaan, lagian sekolah ku belajar tentang perusahaan," ucap Grameisya.


"Oh, ini nomornya," ucap Deval memberi ponselnya.


Grameisya menerima ponsel tersebut dan ia mencatat nomor tersebut.


"Ya udah, aku ke kamar dulu Pa," ucap Grameisya setelah mendapatkan nomor sekretaris Adel.


Grameisya berlari menuju kamarnya, tapi saat baru naik lantai ke 5, ia melihat genangan minyak goreng lantai tangganya.


"Ck! Mereka ini apa mau menjatuhkan ku lagi, benar-benar tidak punya kerjaan. Tapi kalau tidak di bersihkan nanti Bi Ena yang malah terjatuh," ucap Grameisya.


Grameisya berjalan turun dari tangga tersebut dan melihat Gladis dan Mamanya sedang bersembunyi.

__ADS_1


"Oh, kalian ya yang meletakan mintak goreng di tangga ku, apa kalian ingin membunuhku?" tanya Grameisya.


"Idih siapa juga ingin membunuhmu? Bisa jadi Bi Ena yang menumpahkan di lantai itu.


"Hey! Orang gila juga tahu, untuk apa membawa minyak goreng ke dalam kamar. Sepertinya aku harus menghubungi polisi kalau di rumah ini ada percobaan pembunuhan," ucap Grameisya.


"Telpon saja kalau kau berani, polisi tidak akan menanggapi permintaan mu," tantang Mama Gladis.


"Kalau begitu aku minta Tuan Alneozro menelpon polisi, mungkin para polisi itu akan mengusut tuntas tentang masalah ini," ucap Grameisya mengambil ponselnya.


"Eh jangan!" teriak Mama Gladis memberhentikan Grameisya.


"Kenapa? Bukannya kau berani menantang ku?" tanya Grameisya.


Mama Gladis terdiam. Siapa yang tidak kenal Tuan Alneozro itu, ucapannya adalah perintah. Jika dia yang meminta polisi untuk mengusut tentang masalah ini, sekali pun mereka hanya main-main, tapi dengan ucapannya makan mereka benaran akan menjadi tersangka.


"Kalau begitu bersihkan lantainya!" perintah Grameisya.


"Enak aja! Minta bersih saja sama Bi Ena, diakan pelayan pribadi kamu," ucap Mama Gladis sewot.


"Yang sudah mengotori tangga ku adalah kalian, jadi bersihkan sekarang juga!" perintah Grameisya.


"Ogah!" ucap mama Gladis ketus.


"Oh, tidak mau ya? Ya sudah, aku akan telpon Alneozro.

__ADS_1


Tuuut! Tuuut!


Tuuut! Tuuut!


"Halo," jawab Alneozro.


"Tolong hubungi polisi, di kediaman Andes ada Leni dan Gladis sedang ingin melakukan percobaan pembunuhan, tolong datangkan polisi untuk menangkap mereka," pinta Grameisya.


"Tidak! Jangan! Ampuni kami Tuan, tolong jangan hubungi polisi!" teriak Gladis dan Mamanya memohon.


"Oh, mereka ingin melakukan percobaan pembunuhan, bagaimana kalau aku sendiri yang datang dan menghukum mereka," ucap Alneozro.


"Tidak Tuan, ampuni kami! Tolong jangan lakukan itu," pinta mereka dari balik telpon.


"Kalian sudah berani menganggu Grameisya, itu berarti menganggu ku juga, aku tidak akan membiarkan kalian," ancam Alneozro.


"Maaf Tuan, kami tidak berani, kamu tidak berani melakukannya lagi!" teriak mereka hingga berlutut.


"Maaf menganggu mu malam-malam begini karena hanya dua ekor tikus ini, sebagai gantinya besok aku akan mentraktir mu," ucap Grameisya.


"Oh benarkah? Wah, aku sangat menantikan traktiran mu itu," ucap Alneozro tersenyum.


"Kau mau apa?" tanya Grameisya.


"Apa saja, asal kau suka," ucap Alneozro.

__ADS_1


'Cih! Sempat-sempatnya mereka bermesraan!' denggus Gladis kesal.


__ADS_2