TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 129


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


Apa yang telah di lakukan oleh Alina di depan matanya membuat ia jijik. Ia melihat Alina adalah perempuan murahan.


Sekali pun Alina berjuang agar bisa bersanding dengannya tapi tidak begitu caranya.


Tapi karena Papa dan Mama Alina yang sudah baik kepada, jadi ia hanya menganggap Alina sebagai adik saja, ia tak sanggup menerima wanita yang menghalalkan segala cara agar dirinya menjadi orang besar, termasuk menjual harga dirinya.


Perasaan itu berangsur-angsur menghilang di bawa angin. Alneozro hanya ingin mencari kehidupan baru sampai ia bertemu dengan Grameisya.


Akhirnya, hati itu berpaut kepada Grameisya dan berlabuh di sana, meskipun saat ini dermaganya masih di ombang ambing oleh perasaan.


"Tidak Alina, sedikit pun perasaan itu tidak ada sama sekali. Kau jangan berpikir yang bukan-bukan," ucap Alneozro menarik tangan lalu membalikkan badannya.


"Kenapa kau begitu kejam!" teriak Alina.


"Aku tidak kejam, kau lah yang kejam karena sudah menodai perasaan," ucap Alneozro keluar dari kamar tersebut membuat Ketiga temannya terkejut.


"Alneozro," ucap mereka melihat Alneozro yang pergi begitu saja.

__ADS_1


Mereka melihat ke dalam dan terlihat jika Alina sedang menangis.


Mereka pun jadi bingung, harus nyamperin yang mana dulu.


"Oke, aku dan Jun di sini, kamu ikuti Alneozro," perintah Lio kepada Amar.


"Oke," ucap Amar mengangguk.


Mama dan Papa Alina pamitan untuk pulang sebentar untuk mengambil pakaian, karena ini rumah sakit Lio, Mama Alina mempercayakan kepada ke 4 tuan muda itu untuk menjaga Alina. Lagian mereka berempat sudah biasa dengan Alina.


"Eh bagaimana membujukku wanita yang sedang menangis?" bisik Jun.


Lio manyun dan ia langsung mendekati Alina.


Alina diam saja dan ia terus menangis.


"Jangan menangis Alina, sebentar lagi Mama mu datang, nanti dia tambah khawatir," ucap Lio.


Alina tidak menggubris ucapan Lio dan ia terus menangis.


"Hey Alneozro? Kamu mau ke mana?" tanya Amar berlari kecil di belang Alneozro.


Melihat Alneozro masuk ke dalam mobilnya, Amar juga ikut masuk ke dalam mobil duduk di kursi penumpang di samping Alneozro.

__ADS_1


Alneozro langsung melajukan mobilnya di jalanan.


"Eh, Alneozro kita mau ke mana?" tanya Amar.


Alneozro diam saja. Ia terus menyetir mobilnya.


Perjalanan yang memakan waktu beberapa menit itu, akhirnya ia pun sampai di tempat tujuannya.


Ia berhenti di sebuah rumah dan terus memandangi rumah itu.


"Eh, kita di mana ini?" Ini rumah siapa?" tanya Amar bingung, ia celingak-celinguk binggung karena Alneozro berhenti di rumah asing.


Alneozro memandang setiap ruas rumah itu, ia berharap jika Grameisya muncul. Tapi ia juga tidak terlalu berharap karena mungkin Grameisya sudah tidur.


Ia juga tidak ingin menganggu Grameisya, biasanya ia menelpon Grameisya, tapi tidak untuk kali ini, cukup melihat rumahnya saja Alneozro sudah senang.


Amar menekuk aslinya karena melihat Alneozro yang terus melihat rumah itu, sesekali ia tersenyum.


'Hm ... jangan bilang ini rumah Grameisya,' batin Amar melihat wajah Alneozro yang sebentar-sebentar berubah itu.


'Dia meninggalkan Alina untuk Grameisya? Dia sangat mencintai Grameisya," batin Amar lagi.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

__ADS_1


__ADS_2