
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
"Di saat itu, kau akan ku permalukan," ucap Ferdi tersenyum sinis.
"Cih! Kau yakin bisa mengalahkan ku? Kau nggak takut aku kalahkan sekali lagi?" tanya Grameisya tersenyum dengan melipat tangannya.
"Heh! Kamu ...."
"Baiklah anak-anak semuanya, untuk kalian pemenang juara 1 dan juara 2. Selamat untuk Grameisya dan Ferdi, kalian berdua akan di berangkatkan ke pertandingan tingkat nasional. Pertandingan akan di lakukan 1 bulan lagi, di saat itu kalian harus latihan dengan maksimal ya. Untuk Nando jangan sedih ya, karena kamu dapat juara 3 itu menandakan jika kamu punya kemampuan. Jadi untuk kalian berdua latihan yang semangat ya," ucap pak Ali.
"Siap Pak," ucap Grameisya dan Ferdi.
Seluruh peserta bertepuk tangan.
"Baiklah, kalian silakan kembali ke kelas," ucap pak Ali.
"Satu bulan lagi? Masih lama. Aku sudah tidak sabar ingin menghancurkan Josh dan Kino dengan tangan ku sendiri," ucap Grameisya mengengam tangannya.
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️
Saat pulang sekolah, mobil Alneozro sudah terparkir cantik tidak jauh dari sekolah, ia sengaja tidak memakai mobil biasanya karena takut di serbu fans.
Triring! Triring!
Triring! Triring!
"Halo," jawab Grameisya.
"Aku sudah ada di sekolah, kamu udah pulang kan?" tanya Alneozro.
"Iya." Panggilan pun di putuskan. Grameisya menarik pegangan pintu itu dan masuk ke dalam.
"Ayo jalan!" perintah Alneozro kepada pengawalnya.
Mobil pun melaju di jalanan menuju markasnya.
"Jadi bagaimana? Sudah kamu persiapkan semuanya?" tanya Grameisya.
"Sudah, aku sudah menghubungi mafia itu untuk bekerja sama, aku juga menarik semua pengawalku untuk datang ke lokasi tersebut, aku juga sudah mengajak bekerja sama dengan mafia lainnya, jika seperti ini kita akan menang. Lagian saat ini mereka sedang lumpuh meskipun tidak sepenuhnya. Tapi tetap saja kekuatan mereka berkurang. Sedangkan kita punya kekuatan penuh untuk menghancur mereka," ucap Alneozro.
__ADS_1
"Aku sudah tak sabar untuk bertemu dengan dia," ucap Grameisya.
'Ya, orang yang dulu ku anggap rumahku sebagai pengganti orang tuaku, orang yang dulu ku anggap orang yang terbaik kedua dalam hidup ku setelah keluarga ku, tapi dia malah menyimpan rahasia yang menyakiti hatiku. Kini menjadi orang yang paling ku benci. Orang yang ternyata sudah merenggut semua nyawa keluarga ku, yang membantai keluargaku hingga membuat hidupku luntang lantung. Ingin rasanya ku cabut jantungnya agar dia merasakan sakit hati,' batin Grameisya.
☘️☘️☘️☘️☘️
Tak lama mereka pun sampai di markas tersebut.
Alneozro membawa Grameisya turun dari mobil.
Mereka pun masuk ke dalam markas tersebut. Pintu pun buka oleh pengawal.
Saat itu kedua pria itu masih di rantai besi, wajah mereka terlihat kusam pucat dan keriput.
Penjara di markas Alneozro lebih kejam dari penjara di lapas.
"Sepetinya di markas mu lebih cocok Defgi tinggal di sini juga," ucap Grameisya menatap kedua orang itu seperti hidup segan mati tak mau.
"Untuk apa kau ke sini?" tanya pria itu menatap Grameisya sayup.
"Untuk menjenguk kalian sebelum ketua yang kalian sayang itu ada di genggaman ku," jawab Grameisya.
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...