TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 51


__ADS_3

Grameisya keluar dari kamarnya. Ia merasa segar kembali.


"Eh, kok kamu mandi, Lio bilang lukamu jangan sampai 2 hari kena air," ucap Alneozro panik.


"Luka itu tidak akan membunuhku," ucap Grameisya menarik kursi dan duduk di samping Alneozro.


Yessy, Mia dan Gladis terbelalak melihat Grameisya dengan santai duduk di samping Alneozro.


"Apa!!!! Seenaknya dia tinggal duduk saja di samping Tuan Alneozro!! Kalau aku nggak bisa duduk di samping Tuan Alneozro, dia juga tidak boleh," ucap Mia berjalan menuruni anak tangga.


"Grameisya! Apa-apaan kamu!" ucap Mia dengan emosi.


"Masuk!" bentak Andes membuat Mia menciut.


Dengan terpaksa Mia kembali lagi naik anak tangga ke kamarnya. Ia duduk di atas anak tangga kamarnya sambil menatap dendam.


"Lihat saja kamu Grameisya, aku akan buat rencana bersama ibuku, aku akan buat kamu di usir dari rumah ini," ucap Yessy mengengam erat tangannya.


"Maaf ya Tuan, saat Anda datang ada kejadian seperti ini, aku akan mengajari mereka baik-baik," ucap Andes merasa malu dan tak enak hati.


Alneozro diam saja, ia sungguh tak tertarik dengan keluarga Andes jika bukan karena ada Grameisya.


"Mari Tuan kita makan dulu," ajak Andes.

__ADS_1


Alneozro mengangguk. Para pelayan pun mengambil makanan dan meletakan di atas piring Alneozro.


"Ayo Tuan, makan yang banyak," ucap pak Andes tersenyum senang.


Mereka pun melahap makanannya hingga habis.


❤️❤️❤️


Setelah makan, mereka berkumpul di ruang tamu.


"Maaf ya Tuan, jika makanan tidak selera dengan Anda," ucap pak Andes.


"Jadi, apa yang ingin Anda bahas?" tanya Alneozro tanpa basa basi.


Alneozro diam sejenak. Sedangkan yang lain menunggu jawaban.


"Baiklah." angguk Alneozro meliah ke arah Grameisya.


Mereka terlihat senang saling berpandangan satu sama lain. Mendapat kerja sama dengan Alneozro seperti keberkahan yang mereka temukan.


"Ya, kerja sama ini aku terima karena Grameisya, jadi berterima kasihlah kepadanya," ucap Alneozro tersenyum melihat ke arah Grameisya.


Grameisya menekuk alisnya menatap Alneozro sayu.

__ADS_1


Mereka semua meliah ke arah Grameisya.


"Jangan bilang Tuan menaruh hati pada Nona kamu?" tanya Tuan Andes tersenyum senang.


Alneozro menatap Grameisya.


"Kenapa kau menatap ku seperti itu? Jika tidak ada hal lagi, aku mau tidur," ucap Grameisya berdiri.


"Grameisya, temani Tuan muda Alneozro, nggak baik tamu masih ada di sini kamu malah pergi," ucap Deval membuat Grameisya kembali duduk.


Mila tampak kesal. 'Masa iya, Tuan Alneozro suka sama Grameisya? Ini tidak bisa di biarkan, aku harus membuat Alneozro membenci Grameisya dan menyukai Yessy, dengan begitu, aku tidak perlu lagi tinggal di rumah kecil ini,' batin Mila.


Tak lama kemudian, Alneozro pamit pulang ke rumahnya. Mereka semua kembali ke kamar masing-masing.


"Mama! Aku mau Tuan Alneozro, tolong buat Tuan Alneozro suka padaku," rengek Yessy.


"Iya Mama tau, Mama akan buat dia menyukaimu, dengan begitu kita pergi dari rumah ini, kita akan menikmati hidup mewah," ucap Mila tersenyum senang walau hanya dengan membayanginya.


Yessy tersenyum. "Jadi apa rencana Mama?" tanya Yessy tak sabaran.


"Kamu akan tahu nanti, ayo kita tidur," ajak Mila tersenyum bahagia.


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2