
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Setelah membeli, mereka pun naik bareng ke dalam perahu terbang itu.
Mereka menikmati kebahagiaan itu bersama. Apa lagi Melisa sejak remaja kehilangan seluruh keluarganya, ia tidak tidak merasakan kasih sayang hingga ia dewasa. Tapi sekarang malah menjadi remaja lagi.
Mereka teriak bersama-sama melepaskan masalah yang ada di rumah. Malam itu mereka hanya ingin bersenang-senang dengan baik segala permainan di taman hiburan itu.
"Hm ... aku nggak salah lihat kah? Itu Grameisya kah?" tanya Jun yang baru saja datang melihat Grameisya bersama Deval senang naik balon.
Jun datang mendekat. "Hey Grameisya!" panggil Jun.
Grameisya berhenti dan melihat kebawah.
"Eh, Jun?" Grameisya meluncur kebawah tepat di depan Jun.
"Heh! Beneran kamu, aku pikir ada yang mirip dengan mu," ucap Jun.
"Kenapa kamu di sini? Mana yang lain?" tanya Grameisya.
"Aku baru saja pulang dari rumah sakit Lio jenguk Alina. Wah, sepertinya kalian seru banget ya. Eh, sini kota foto dulu, kita pamerin sana Alneozro," ajak Jun. Ia mengambil ponselnya.
__ADS_1
"Ayo Om sini foto bareng," ajak Jun.
"Oh iya." angguk Deval berjalan mendekat dan berhenti di belakang Grameisya.
"Ayo katakan cis," ucap Jun. Mereka pun berfoto bertiga.
Ckrek! Ckrek!
"Oke, terima kasih Om," ucap Jun mengirim foto tersebut kepada Alneozro.
Ia juga memasukan fotonya di media sosialnya.
Tririt!
Sebuah pesan masuk, Alneozro yang baru bangun itu membuka pesan tersebut.
Ia segera mandi dan secepatnya bersiap-siap. Lalu ia masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya di jalanan menuju taman hiburan tersebut.
"Ha-ha-ha, Alneozro pasti kepanasan lihat foto kita tuh, aku jamin dia pasti datang," ucap Jun tertawa.
Mereka bertiga pun main balon itu bersama-sama. Setelah bermain, rasanya beban yang ada di pikiran hilang.
Dan benar saja, Alneozro sudah datang, dengan kecepatan mobil yang ia kendarai, ia sudah sampai di taman hiburan tersebut.
Ia masuk dan berjalan untuk mencarinya sendiri.
__ADS_1
Terlihat dari kejauhan, Grameisya sedang tertawa bersama Jun.
Dengan langkah lebar, Alneozro mendatangi mereka.
"Kan sudah ku tebak, dia pasti datang," ucap Jun tertawa melihat Alneozro yang sudah ada di bawah, mereka pun meluncur kebawah melalui perosotan balon itu.
Alneozro terus menatap Grameisya yang kini ada di depannya membuat Grameisya binggung.
"Kamu kenapa menatapku seperti ini?" tanya Grameisya.
"Ayo kita main berdua saja," ajal Alneozro menarik tangan Grameisya.
"Hey! Kitakan bisa main bersama," ucap Grameisya.
"Nggak seru," jawab Alneozro.
"Lihatlah anak Om, di bawa kabur sama Alneozro," ucap Jun.
"Tidak apa-apa, asalkan Tuan Alneozro bisa menjaganya, aku sangat senang. Selama ini aku tidak pernah memberikan kebahagiaan untuknya, jadi jika Tuan Alneozro bisa membuatnya bahagia, aku pasti sangat senang," ucap Deval tersenyum.
"Ya udah Om kalau gitu, ayo kita main berdua saja," ucap Jun.
"Heh! Nyesal juga aku beri tahu Alneozro," ucap Jun manyun.
"Kita ke mana?" tanya Grameisya.
__ADS_1
"Naik bianglala," ucap Alneozro melihat ke atas.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...