TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 197


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


☘️☘️☘️☘️☘️


Ke esokkan harinya.


Grameisya turun dan duduk di meja makan.


"Grameisya, kamu mending jangan datang ke sekolah deh. Nanti kamu kena bully," ucap Mia.


"Ck! Kalian pikir aku lemah seperti kalian? Masalah kalian sendiri saja biasa aku selesaikan, apa lagi masalah ku sendiri," ucap Grameisya.


Seketika mereka diam.


Setelah selesai sarapan, Grameisya pun masuk ke dalam mobil.


☘️☘️☘️☘️☘️


Sesampainya di sekolah, Grameisya turun dari mobilnya dan melihat para murid mulai bergosip melihat ke arahnya.


Tapi ia sama sekali tidak pedulikan itu.


"Mereka benar-benar bodoh! Malah percaya dengan foto editan," ucap Grameisya memutar bola matanya.

__ADS_1


Saat itu, ia melihat poster besar yang ada fotonya dan foto Defli di turunkan dan Grameisya datang mendekat.


Saat itu Pak Ali yang meminta beberapa siswa untuk membukanya.


"Pak, balehonya kenapa di turunkan?" tanya Grameisya.


"Ini perintah kepala sekolah. Untuk kamu sendiri saat ini fotomu sedang beredar dan sekolah akan mencoba untuk membantu menyelesaikannya," ucap Pak Ali.


"Ferdi sendiri?" tanya Grameisya penasaran.


"Hm ... jika pertandingan akan mulai kurang 1 bulan lagi kemungkinan Ferdi nggak bisa ikut karena cideranya cukup parah. Kemungkinan sembuhnya akan memakan waktu cukup lama, 2 buah tulang rusuknya patah dan ada 1 buah tulang rusuknya yang lain retak. Jika di paksakan ikut pertandingan, apa lagi tanding bebas itu akan memperparah keadaannya, kemungkinan kamu dan Nando yang akan berangkat menggantikan Ferdi," jelas Pak Ali.


"Hm ... begitu ya. Oh ya, dia ada bilang dia cidera kenapa?" tanya Grameisya.


"Dia bilang dia latihan bersama mu, tak sengaja kamu mematahkan tulang rusuknya," ucap Pak Ali.


'Oh tidak sengaja ya? Kala begitu aku akan datang ke rumah sakit untuk melihatnya,' batin Grameisya sambil tersenyum licik.


"Dia bilang nggak perlu, dia sudah memaafkan mu, maka dari itu tidak ada tuntutan," ucap Pak Ali.


'Ck! Memaafkan ku? Kalau begitu aku akan datang minta maaf,' batin Grameisya.


"Kalau boleh tahu di mana rumah sakitnya Pak. Aku akan datang untuk meminta maaf," ucap Grameisya.


"Dia di rawat di rumah sakit Perawang medikal," jawab Pak Ali.


"Baik Pak, terima kasih. Saya akan ke sana setelah pulang sekolah," ucap Grameisya.

__ADS_1


"Baiklah." angguk Pak Ali.


Grameisya pun balik badan dan meninggalkan Pak Ali.


"Wah, tidak sengaja bilang? Kalau begitu aku akan datang dan membuat ketidak sengajaan sekali lagi," ucap Grameisya berjalan masuk ke dalam kelasnya.


Grameisya mengambil ponselnya dan menelpon Amar.


Tuuut! Tuuut!


Tuuut! Tuuut!


"Halo Grameisya, tumben menelpon ku?" tanya Amar.


"Aku bisa minta tolong bantuan mu?" tanya Grameisya.


"Biasanya kamu minta tolong sama Alneozro," ucap Amar.


"Ah, dia sudah banyak berkorban untukku. Dan juga dia sedang sibuk, aku tidak mau mengganggunya," jawab Grameisya.


"Tapi mengganggu ku tidak apa-apa?"


"Ah, kau kan tidak punya kerjaan," ucap Grameisya.


"Baiklah, apa yang bisa aku bantu kakak ipar?" tanyanya.


"Adakah pengawal mu yang khusus IT. Aku ingin memeriksa ID seseorang," ucap Grameisya.

__ADS_1


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


[Maaf ya, mungkin hari ini updatenya sedikit ya, soalnya mau bawa anak ke rumah sakit😓😓]


__ADS_2