
Happy reading 🥰🥰
-
❤️❤️❤️
Mila pagi-pagi sudah bersiap-siap, tak biasanya ia seperti itu pagi ini.
"Mama mau ke mana?" tanya Yessy yang sudah bersiap-siap ke sekolah.
"Kamu pergi aja ke sekolah, nanti kamu pasti akan senang melihatnya nanti," ucap Mila.
Mila pun masuk ke dalam mobilnya dan menuju ke suatu tempat.
Grameisya duduk di kursi dan seperti biasa ia menyantap sarapan bersama sepupunya.
Defli terus menatap Grameisya. Ia ingat kejadian tadi malam jika Alneozro tertarik padanya.
Rasanya ia tidak terima jika Grameisya di sukai oleh Alneozro.
__ADS_1
Entah perasaan apa itu? Seharusnya ia senang jika Grameisya di sukai orang lain dan Grameisya tidak perlu mengganggunya lagi, akan tetapi rasanya agak lain.
Mia dan Gladis memandang kesal ke arah Grameisya.
"Kenapa kau menatapku?" tanya Grameisya.
"Menyebalkan! Apa kamu pikir Tuan Alneozro bakal suka sama kamu! Jangan kepedean kamu," ucap Gladis.
Grameisya tertawa kecil. "Tapi pada kenyataannya dia nyaman saja duduk dengan ku. Aku tebak, kau pasti panas ya," ucap Grameisya terkekeh.
"Kurang ajar! Kau akan merasakan akibatnya!" denggus Gladis kesal.
"Akibat? Akibat apa yang aku rasakan? Dan aku ingin merasakan akibat itu," ucap Grameisya tersenyum dengan menopang tangannya di dagunya.
"Aku harus buat sesuatu pada dia agar dia kapok," ucap Gladis geram.
Kini tinggal Grameisya dan Defli duduk berdua di meja makan.
"Katakan apa yang ingin kau katakan, dari tadi aku melihat mu yang terus menatapku," ucap Grameisya.
__ADS_1
"Benarkah Tuan Alneozro menyukai mu? Dan kau menyukai dia?" tanya Defli tanpa basa basi.
"Kenapa? Apa itu penting bagimu?" tanya Grameisya balik.
"Kau ingat dulu kau mengejar-ngejar ku kan? Jadi aku terima kamu untuk mengejar ku lagi," ucap Defli.
Grameisya terdiam sambil mengangkat alisnya.
"Kamu ngomong apa sih? Pagi-pagi begini udah ngawur aja, kamu nggak mandi ya?" tanya Grameisya tertawa.
"Aku serius! Aku nggak rela bila kamu suka dengan Tuan Alneozro. Dan kamu juga harus sadar, kalian itu berada di dunia yang berbeda. Dia itu Tuan muda besar yang kapan saja bisa gonta ganti wanita. Jika kamu menyukainya juga, kamu juga akan terluka. Bersama ku saja, kita mulai dari awal," ucap Defli berharap.
"Heh! Yang suka sama dia siapa? Apa aku terlihat jika aku menyukainya? Dan kau, apanya kita mulai dari awal? Aku sama sekali tidak tertarik dengan Tuan muda Alneozro, apa lagi kamu. Pagi-pagi begini melawak aja," ucap Grameisya mengambil tasnya dan berdiri ingin pergi.
Defli meraih tangan Grameisya. "Aku serius Grameisya, aku suka kamu, aku sangat menyukai kamu, dulu kamu yang terus menerus mengejar dan terus menyatakan perasaan suka pada ku, maaf waktu itu aku mengabaikan mu. Tapi untuk kali ini, nggak apa-apa aku yang merendah, yang penting ku bisa terima aku dan kita bisa bersama seperti apa yang kau inginkan dulu," ucap Defli berharap.
Grameisya menghempaskannya tangannya hingga terlepas dari pegangan Defli.
"Maaf Defli, Grameisya sudah mati dengan perasaannya, kau tidak akan pernah menemukan dirinya lagi," ucap Grameisya pelan.
__ADS_1
Grameisya pun meninggalkan Defli yang mematung.
❤️❤️❤️