TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 102


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Triring! Triring!


Triring! Triring!


"Halo," jawab Lio.


"Kamu nggak ada kerjaan kan?" tanya Alneozro.


"Aku sib ...."


"Kamu datang ke rumahku, temani Grameisya latihan tinju, bawa juga Amar dan Jun untuk jadi sarung tinjunya," ucap Alneozro.


"Apa! Si singa itu datang lagi?" tanya Lio terkejut.


"Hey! Jangan berani mengatainya. Ingat, datang sebelum dia datang!" perintah Alneozro.


Tut! Tut! Tut! Tut!


Panggilan pun terputus.


"Cih! Dia ini ya, paling suka memerintah. Tapi ... siapa suruh aku punya teman seperti dia," keluh Lio.


Lio pun berdiri dan membuka seragam medisnya lalu meletakan di atas kursinya.


Ia pun keluar dari rumah sakit dan masuk ke dalam mobil. Ia menelpon Amar dan Jun.

__ADS_1


Tuuut! Tuuut!


Tuuut! Tuuut!


"Halo."


"Halo."


Saat itu mereka gabung 3.


"Ada apa Lio?" tanya Amar.


"Hey kalian berdua, ayo datang ke rumah Alneozro sekarang," ucap Lio.


"Kenapa?" tanya Jun.


"Dia minta kita menemani calon kakak ipar untuk menjadi sarung tinju," jawab Lio.


"Ha-ha-ha, kau yang benar sedikit, kenapa Alneozro menyuruh kita menjadi sarung tinju? Apa calon kakak ipar seorang petinju?" tanya Jun.


"Oke, sekarang aku juga sedang tidak ada kerjaan, aku akan berangkat sekarang," ucap Jun.


"Oke! Aku juga," ucap Amar.


Perlahan-lahan mobil Lio pun meninggalkan rumah sakit dan menuju ke rumah Alneozro.


Amar adalah teman Alneozro anak dari seorang pengusaha Guci terbesar dangan harga jual yang sangat tinggi dan hanya orang yang kaya yang sanggup membelinya. Ia sendiri punya usaha Keramik cafe dan punya berbagai usaha lainnya di luar negeri.


Jun sendiri orang tuanya adalah seniman pelukis terkenal. Di samping itu juga punya usaha wisata dan taman hiburan terbesar di kota yang mereka tinggali saat itu.


Tapi Jun sendiri malah pengangguran, tapi uangnya sangat banyak.

__ADS_1


Untuk Lio sendiri, kedua orang tuanya adalah dokter. Papanya dokter penyakit dalam, sedangkan Mamanya dokter kandungan.


Dan akhirnya, ia menjadi dokter Traumatologi.


☘️☘️☘️☘️☘️


Tak lama kemudian, mereka pun sampai di depan rumah Alneozro.


Sebenarnya enggan untuk masuk ke rumah itu.


Tiba-tiba saja, Lio dan kedua temannya keluar dari rumahnya.


"Hay Grameisya," sapa Lio sedikit ngeri. Ia masih ingat kejadian waktu itu.


"Hay, oh kamu ada di sini juga," ucap Grameisya.


"I-iya." angguk Lio.


"Perkenalkan, aku Amar. Si jago tinju. Siapakah nama Nona yang cantik ini?" tanya Amar tersenyum sambil mengulurkan tangannya.


"Aku Grameisya, senang berkenalan dengan kalian," ucap Grameisya menyambut tangan Amar.


"He-he-he, perkenalkan aku. Aku adalah Jun Gray. Panggil saja Jun, aku adalah sang penganggur sukses," ucap Jun mengulum senyumnya.


"Cih! Jadi pengangguran aja bangga," Sindur Amar.


"Yang penting sukses ***," ucap Jun.


"Mari masuk Nona Grameisya. Anggap saja rumah kita bersama," ucap Jun.


Mereka pun masuk ke dalam rumah. Grameisya memperhatikan para pelayan di rumah itu.

__ADS_1


Mereka melihat ke arah Grameisya lalu sibuk mengerjakan pekerjaan mereka. Ada rasa takut saat melihat Grameisya datang.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2