TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 156


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


"Di mana? Kamu bohong!" teriak Alina dengan mata yang sudah di banjiri air mata.


"Alina, dia tidak mencintai kamu, dia hanya menganggap mu sebagai adik saja. Kenapa tidak kau lepaskan dia saja. Hidupmu sangat berharga dari pada cinta. Alina, lebih baik di cinta dari pada mencinta jika pada akhirnya bertepuk sebelah tangan. Hiduplah untuk dirimu Alina," ucap Lio menasehati.


"Tidak! Hidupku sudah tidak berharga lagi! Aku sudah melakukan berbagai cara untuk mendapatkan hati Alneozro, tapi tetap saja dia tidak melihat ku. Jika dia tidak menginginkan ku lagi, untuk apa aku hidup lagi! Semua yang aku lakukan adalah agar aku bisa bersamanya, tapi semuanya sia-sia, aku tidak mau hidup lagi!" teriak Alina.


Air matanya tumpah, di saat ia seperti ini pun Alneozro tidak datang untuknya.


"Alina, tolong jangan lakukan ini! Ingat kamu masih punya Mama dan Papa yang menyayangi kamu, kami berdua yang mencintai mu sepenuh hati. Tidak ada cinta di dunia ini yang paling berarti di bandingkan cinta kami," ucap Mama Alina yang menangis terisak-isak.


"Kembalilah kepada kami anakku! Tangan ku selalu senantiasa terbuka lebar untuk tempat kau mengadu, kemarilah anakku. Mama dan Papa akan mengengam erat tanganmu," ucap Papa Alina mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Alina terdiam. Ia melihat mama dan Papanya.


Alina tersenyum dan ia pun ingin pergi menuju ke arah Mama dan Papanya.


Lio, Amar, Jun dan kedua orangnya merasa lega.


Jun merasa senang merangkul Amar. Lio tersenyum dan merasa gembira akhirnya mereka berhasil membujuk Alina.


"Mama, Papa," ucap Alina ingin menggapai tangan Papanya. Akan tetapi, rodanya terpeleset.


Alina pun jatuh kebawah.


Saat jatuh, baju Alina tersangkut di di ujung jendela yang di buka oleh salah satu pasien di lantai 3.


Setelah tersangkut, bajunya pun tidak bisa menahan beban Alina, dan ia kembali terjatuh lagi dan kepalanya membentur dinding dan lalu tersangkut lagi dan barulah jatuh ke bawah.


Lio dan yang lain bergegas turun ke bawah, para pengawal Alneozro membantu Alina dan membawanya langsung ke UGD.

__ADS_1


Lio juga langsung menuju ke ruang UGD dan Lio langsung menangani Alina dan dan masuk ruang operasi dan langsung di tindak lanjuti.


Alina mengalami pendarahan otak yang cukup parah karena ia mengalami dua kali benturan.


Saat ini Alina mengalami koma dan sedang berada di ruang ICU setelah di lakukan operasi yang secara mendadak itu.


"Alina, kenapa jadi seperti ini?" ucap Mamanya menangis di pelukan suaminya sambil melihat ke dalam ruangan.


Saat itu mereka berada di luar ruangan dan tidak boleh masuk.


"Tante kita berdoa aja agar Alina selamat dan cepat sadar, sisanya kita serahkan kepada Lio dan Tuhan," ucap Jun.


☘️☘️☘️☘️☘️


Tak terasa malam hari. Grameisya dan Alneozro sedang berada di ruang latihan.


"Tapi sebenarnya aku sudah latihan di tengah jalan tadi," ucap Grameisya duduk dengan meluruskan kakinya sambil meneguk air putih setelah melakukan angkat berat.

__ADS_1


"Ngapain kamu latihan di di jalanan, kau pamer?" tanya Alneozro yang duduk di samping Grameisya.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2