TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 207


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


"Ya iya kalau pakai senjata api, apa kau bisa melakukan dengan tangan kosong mu sendirian? Seperti seseorang yang di bunuh oleh mantan mu itu?" tanya Grameisya.


Alina terdiam. Ya, ada seseorang yang sangat kuat, jauh lebih kuat darinya, tapi ia mati karena cinta, sayangnya sampai mati pun ia tetap di khianati.


"Orang itu sudah mati, jadi aku tidak punya saingan lagi," ucapnya menyeringai.


"Ck! Dasar bodoh! Kau sudah seperti ini apa kau pikir kau akan di lepaskan untuk melihat apa kau hebat atau tidak? Simpan saja kehebatan mu itu," ucap Grameisya.


"Lalu apa yang ingin kau lakukan!" tanya Alina dengan membelalakkan matanya.


"Kau ini! Sudah di tangkap malah berani membelalakkan matamu yang jelek itu. Tapi tidak apa, setidaknya kami punya mainan baru," ucap Grameisya tersenyum menyeringai.


"Heh! Aku tidak akan tinggal diam di tempat jelek ini," ucap Alina menatap Grameisya tajam.


"Ya udah, sana pergi," ucap Grameisya menujuk ke pintu.

__ADS_1


Alina tampak dendam.


"Kau kenapa menatap ku seperti itu, kalau kau hebat sangat, sana pergi," ucap Grameisya tersenyum sinis.


"Tunggu saja waktumu," ucap Alina geram.


"Tidak akan ada waktu itu, karena aku akan membuatmu cacat terlebih dahulu," ucap Grameisya.


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Alina terbelalak saat Grameisya mendekatinya lagi.


Grameisya menarik tangannya Alina lalu...


Krak!


"Aaaaaaaaaaaaa!" teriak Alina kesakitan yang luar biasa.


Jun mengelus dadanya sambil komat Kamit.


"Gila! Benar-benar gila! Mematahkan tangan orang kayak matahin kayu aja," ucap Jun setengah berbisik.


"Kenapa kau lakukan ini!" teriak Alina.

__ADS_1


"Akan ku beri tahu padamu setelah aku datang lagi ke sini, tapi kau harus siapkan mental mu karena tanganmu sebelah lagi akan ku patahkan," jawab Grameisya.


"Dan kau, apa alasan mu menyebar foto ku dan foto Papaku? Kau kurang kerjaan ya?" tanya Grameisya.


"Heh! Kalau kau ingin tahu alasannya kau lepaskan aku, baru aku akan memberi tahu kebenarannya," ucap Adinda tersenyum licik.


"Aku akan membuat kau mengatakan tanpa harus aku melepaskan mu. Mangsa yang sudah di tangkap mana boleh di lepaskan lagi," ucap Grameisya.


"Apa! Kau ingin mematahkan tangan ku sepertinya, memenjarakan ku seumur hidup?" tanya Adinda tersenyum sinis.


"Tidak! Aku akan mengambil otakmu, aku akan melihat sendiri apa yang di pikirkan oleh otak mu itu," jawab Grameisya.


"Wuuuuuw, sadis banget," ucap Jun memeluk Amar.


"Sssstttt." Amar meletakan telunjuk di bibirnya.


Adinda terdiam. Jaman sekarang serba canggih ini mereka gampang melakukannya. Apa lagi Alneozro adalah orang yang sangat berkuasa, dokter mana yang tidak ingin memenuhi permintaannya.


Otak bisa di ambil dan di letakan di sebuah alat, lalu alat tersebut yang menganalisis apa isi otak tersebut selama ini yang ia pikirkan.


"Seseorang tidak akan tinggal diam begitu saja, dia pasti akan mengeluarkan ku," ucap Adinda.

__ADS_1


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


[Jangan lupa like, vote, komen, iklan, tips dan hadiah terima kasih]


__ADS_2