TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 142


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


......☺️☺️☺️......


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


"Al, tolong terima aku jadi kekasihmu, aku tidak masalah kau ingin bersama siapa yang kau inginkan, tapi pada akhirnya kau kembali padaku, aku tidak akan cemburu. Tapi tolong jadikan aku wanita terakhir mu," pinta Alina berharap dengan segenap perasaannya.


Alneozro diam saja, ia melihat jam tangannya yang di mana detik terus berjalan.


"Aku memang wanita tidak sempurna di mata mu, tapi cintaku melebihi cinta yang sempurna untukmu, percayalah pada ku dan terima aku. Tolong beri kesempatan padaku untuk mencintai mu," pinta Alina memohon.


"Sudah aku katakan berulang kali, kau sudah ku anggap sebagai adik, mana mungkin aku menyukai adik sendiri," ucap Alneozro.


"Kau bisa, kau pasti bisa, ayo kita mulai dari awal," ucap Alina berharap.


"Semuanya tidak bisa di ulang Alina. Waktu juga tidak bisa di putar kembali, semua sudah berjalan dengan ketentuannya, termasuk kenangan kita dan perasaan ku," jawab Alneozro melihat kesamping.

__ADS_1


"Apa kita tidak bisa kembali seperti dulu lagi, masa dimana kita sangat bahagia, apa kau tidak merindukan saat itu? Tidak kah kau rindu di mana kita baring bersama di Padang rumput sambil melihat langit, kau menyelipkan bunga di telinga. Saat kita bersepeda bersama, aku terjatuh dan kau sangat khawatir. Kau juga mengambil ...."


"Cukup Alina! Kau tidak perlu meneruskan kenangan itu lagi, karena itu semua sudah terkubur. Kau masih bersyukur aku masih menganggap mu sebagai adik, jika tidak ... aku sama sekali tidak menganggap mu siapa-siapa," ucap Alneozro melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut.


"Alneozro! Kamu jahaaat!" teriak Alina berlinang air mata.


"Aku sangat-sangat mencintai kamu, kenapa kau mengabaikan perasaan ku! Kenapa kau malah menyukai orang lain, aku sudah bersusah payah berjuang agar aku bisa setara dengan mu, tapi apa yang aku dapatkan. Aku malah tidak kau anggap! Kenapa Alneozro!" teriak Alina memukul-mukul ranjangnya.


☘️☘️☘️☘️☘️


Sesampainya Grameisya ke rumah Alneozro. Karena waktu itu Alneozro bilang anggap rumah sendiri, Grameisya pun masuk ke dalam rumah.


Grameisya pun masuk dan duduk di sofa.


"Di mana Alneozro?" tanya Grameisya mengeluarkan iPad dari tasnya.


"Tuan tadi kalau tidak salah dengar, di ke rumah sakit, soalnya ada seseorang yang sedang bicara tengah rumah sakit gitu," jawab kepala pelayan tersebut.

__ADS_1


"Ke rumah sakit?" tanya Grameisya.


'Menjenguk Alina? Sepetinya dia sedang sibuk ya,' batin Grameisya sedikit merasa kecewa. Entah perasaan apa lagi yang ia rasakan saat ini, tidak mungkin ia cemburukan? Lagian untuk apa cemburu, toh mereka juga belum jadian.


"Ya udah, kalau begitu aku pulang dulu Bi," ucap Grameisya berdiri.


"Eh, cepat sekali Nona?" tanya kepala pelayan tersebut.


"Tidak apa-apa, dia tidak ada aku juga tidak bisa belajar, aku permisi dulu," ucap Grameisya berpamitan.


"Baik Nona," ucap kepala pelayan mengangguk.


Grameisya pun masuk ke dalam mobil.


"Kemana kita Nona?" tanya Pak Ahmad.


"Kita pulang saja," jawab Grameisya melihat ke arah luar jendela.

__ADS_1


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


[Jangan lupa sholat ya gaes bagi yang muslim. Novel ini hanya untuk hiburan masa luang saja🙏🙏🙏]


__ADS_2