
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
"Sepertinya makanan lebih penting dari aku, ayo masuk ke dalam. Makanannya sudah di sediakan," ucap Alneozro meraih tangan Grameisya dan membawanya masuk ke dalam rumahnya.
Ia membawanya hingga di meja makan. Dan benar saja di atas meja makan ada banyak makanan.
"Waw, kau beneran menyediakan makanan sebanyak ini?" tanya Grameisya.
"Harus kau habiskan," ucap Alneozro.
"Kalau aku habiskan kapan latihannya?" tanya Grameisya.
"Latihannya kan bisa malam, apa lagi besok kau ada pertandingan bela dirikan?" tanya Alneozro.
"Dari mana kau tahu?" tanya Grameisya menekuk alisnya.
"Kepala sekolah menelpon ku, dia memintaku untuk datang menyaksikan pertandingan akhir," jawab Alneozro.
Grameisya dia sejenak.
"Ayo di makan, nanti keburu dingin," ucap Alneozro.
__ADS_1
Grameisya melihat para pelayan itu dan mereka seperti minder dan serba salah saat di lihat Grameisya.
"Masak tadi mereka nggak saling perang kan?" tanya Grameisya.
Alneozro melihat ke arah para pelayannya dan membuat para pelayannya ketakutan, mereka menundukkan kepalanya tidak berani melihat Alneozro.
"Sepertinya tidak. Aku sudah peringatkan kepada mereka, jadi mereka tidak akan berani melakukan itu lagi," jawab Alneozro.
Grameisya pun mengambil piring, ia benar menganggap seperti rumahnya sendiri. Ia tidak peduli para pelayan itu mengatainya apa, yang penting ia makan.
Grameisya melahap makanannya, meskipun begitu masih banyak yang tersisa. Mana mungkin ia sanggup menghabiskan makanan 24 macam itu.
"Aku kekenyangan, kok rasanya ngantuk banget ya? Aku kan belum tidur siang ya?" tanya Grameisya menguap.
"Tidurlah," ucap Alneozro.
"Aku akan menjagamu," jawabnya tersenyum.
Grameisya berjalan menuju sofa besar itu dan baring di sana.
"Kenapa tidur di sini? Ayo tidur di kamar," ajak Alneozro.
"Di kamar mana?" tanya Grameisya yang sudah mengantuk itu.
"Ya di kamar ku," jawab Alneozro.
__ADS_1
"Lupakan saja kalau kamar mu, aku lebih baik tidur di sini saja. Entah apa yang kau lakukan nanti jika aku di kamar mu. Jangan ganggu aku," ingat Grameisya kembali baring di sofa tersebut dengan melipat tangannya.
Ia pun memejamkan matanya.
"Cepat sekali tidurnya," ucap Alneozro melambaikan tangannya di depan Grameisya.
"Kamu ambilkan selimutku!" perintah Alneozro kepada pelayan.
"Baik Tuan." pelayan itu berlari menuju kamar Alneozro dan mengambil selimut yang biasa ia pakai.
"Ini Tuan," ucap pelayan itu memberikan selimut tersebut kepada Alneozro.
Alneozro menatap Grameisya lalu menyelimutinya.
"Tidur yang nyenyak ya bintang hatiku, aku akan menjaga mu, hingga seekor nyamuk pun tidak berani mendekatimu," ucap Alneozro pelan.
Ia mengambil kursi dan duduk di samping Grameisya. Ia terus menatapnya sambil mengelus rambut Grameisya dengan pelan.
Rasa hatinya ia sangat ingin menjaga Grameisya, sangat ingin memilikinya, ia benar-benar sayang banget, ingin ia memeluknya, tapi ia takut Grameisya terganggu. Apa lagi Grameisya tidak suka di ganggu, bisa-bisa nanti Grameisya tidak mau datang ke rumahnya lagi.
'Begini saja aku sangat bahagia, melihat wajahmu yang tertidur pulas. Aku sangat ingin memilikimu Grameisya,' batinnya.
"Lihatlah, Tuan Alneozro terus menatapnya tanpa berkedip, apa Tuan Alneozro benar-benar menyukai perempuan itu?" tanya pelayan itu bergosip.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
[Jangan lupa like, vote, komen, iklan dan hadiah. Terima kasih 🥰🥰]