
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Hey! Ada apa ini?" tiba-tiba saja seorang guru datang membuat mereka terdiam.
"Ya ampun, kalian ini ...." Bu guru itu tidak bisa berkata-kata melihat baju Grameisya yang kotor.
"Buk, kamu nggak terima jika dia sekolah di sini lagi, di adalah keluarga pembunuh! Kami juga kena dampaknya Buk! Kami nggak mau orang yang bersekolah di sini semua jadi jelek karena keluarga dia!" ucap mereka.
"Jadi? Apa yang kalian inginkan?" tanya Bu guru.
"Karena tadi dia bilang ingin taruhan, jadi kamu setuju untuk taruhan, kalau dia kalah, dia di keluarkan dari sekolah ini," ucap mereka.
"Kalau dia menang?" tanya Bu Guru.
"Mereka berhenti membully dan aku tetap bersekolah di sini," jawab Grameisya.
"Begini, Ibu akan bicarakan kepada sekolah sebentar, kalian tunggu di sini dulu," ucap Bu guru itu.
Bu guru pun pergi dari keramaian itu dan menuju ke kantor.
Grameisya membersihkan bajunya.
__ADS_1
"Jangan harap kamu bisa menang, sebenarnya kalau ingin di keluarkan kamu dengan gampang di keluarkan. Tapi taruhan ini hanya untuk seru-seruan aja, kami ingin melihat seperti apa wajahmu yang akan mengalami kekalahan nanti. Kami ingin melihat atas keputusasaan kamu dan sepupu-sepupu mu itu," ucap mereka sambil memutar jempolnya ke bawah.
"Aku takkan kalah, kalian lihat saja nanti," ucap Grameisya.
"Untuk para seluruh murid, harap berkumpul di aula. Sekali lagi, para seluruh murid harap berkumpul di aula sekolah."
Para murid pun berkumpul di aula sekolah.
"Tadi Buk Nita mengatakan jika kalian semua tidak setuju jika Grameisya bersekolah di sini. Ia bisa bersekolah kembali asalkan jika dia menang taruhan. Benar?" tanya kepala sekolah.
"Benar pak," jawab mereka serentak. Sebagian murid hanya diam karena mereka tidak peduli dengan masalah itu.
"Jadi bagaimana Grameisya?" tanya kepala sekolah itu.
"Saya tidak masalah," jawab Grameisya.
"Baik Pak," jawab mereka.
"Baiklah, kalau begitu, kalian semua kembali ke kelas masing-masing," ucap kepala sekolah.
Para murid pun bubar dari barisan. Mereka kembali ke dalam kelasnya masing-masing.
Untungnya baju Grameisya tidak terlalu begitu kotor ia pun menuju ke toilet untuk membersihkan bercak-bercak kotor itu.
Saat sedang membersihkan bajunya, beberapa orang murid lewat, Grameisya tidak terlalu mempedulikannya.
__ADS_1
BAM!
Pintu toilet itu di tutup oleh mereka lalu mereka menyekat gagang pintu itu dengan sapu.
Grameisya hanya melihatnya, ia tahu jika ia bakal di kurung di dalam.
"Ha-ha-ha, rasain tuh! Dasar sok jago!" ucap mereka tertawa.
Setelah membersihkannya, Grameisya pun memegang pintu tersebut dan beneran terkunci.
Grameisya menendang pintu tersebut.
Brakk!
Tendangan itu membuat gagang pintu itu patah, pintu juga jebol. Grameisya pun keluar dari toilet.
"Mereka pikir bisa mengurungku?" ucap Grameisya berjalan masuk ke dalam kelasnya.
Beberapa orang yang tadi mengunci Grameisya terkejut, karena secepat itu Grameisya datang, mereka berpikir apa pintu tadi tidak mereka kunci dengan baik.
Pelajaran pun berlangsung hingga pelajaran selesai.
☘️☘️☘️☘️☘️
Waktunya pulang sekolah.
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️...