TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 81


__ADS_3

Happy reading ☘️☘️☘️


-


❤️❤️❤️❤️❤️


"Kakek meninggal!" teriak Yessy.


"Apa! Kakek meninggal?" tanya Mila terbelalak.


"Iya, dan kematian kakek di sebabkan oleh Mama," ucap Yessy sedih.


"Apa! Kenapa aku yang di salahkan?" tanya Mila terkejut.


"Coba Mama cek di ponsel berita terkini," ucap Yessy.


Mila pun mengambil ponselnya dan melihat berita panas hari ini.


Di sana berita dirinya yang di jambak dan di siram dengan air menjadi topik trending.


Tertulis huruf besar.


"MILA SI PELAKOR"


"Sial!" teriak Mila membanting ponselnya, untungnya Yessy menangkap ponsel itu, sehingga hanya lecet sedikit saja.


"Kurang ajar! Aku malah di katai pelakor! Mereka ini benar-benar keterlaluan!" denggus Mila kesal.


"Udahlah Ma, kita cari kerja lain saja," ucap Yessy.


"Kerja apa? Apa yang bisa kita lakukan?" tanya Mila.


Yessy terdiam. Selama ini mereka hanya makan tidur saja, pekerjaan apa pun mereka tidak tahu.

__ADS_1


"Sudah, kamu ikut saja apa yang Mama kerjakan kalau kamu mau hidup enak," ucap Mila.


Yessy menatap Mamanya manyun dan sedih. Hidupnya yang kini berubah.


☘️☘️☘️☘️☘️


"Apa-apaan ini! Kenapa beritanya seperti ini!" teriak Deval.


Entah dari mana mereka dapat sumber beritanya seperti ini. Tau mungkin opini para orang-orang.


Beritanya kian memanas, dan di perusahaan dan di rumah mereka kedatangan para wartawan.


Ting tong!


Ting tong!


"Permisi!" panggil para wartawan.


"Kita tunggu saja ya, mungkin anak-anak mereka pasti akan pulang," ucap wartawan tersebut.


Para wartawan duduk di teras rumah hingga menunggu beberapa jam di sana.


Triring! Triring!


Triring! Triring!


"Halo," jawab Grameisya.


"Aku sudah menemukan identitas mereka semua, saat ini mereka semua dalam pengejaran," ucap Alneozro.


"Benarkah? Terima kasih banyak atas bantuan mu, lain kali jika kau butuh bantuanku, aku akan membantumu," ucap Grameisya.


"Oh ya, aku menghubungi mu karena aku ingin menagih janji pada mu," ucap Alneozro.

__ADS_1


"Oh, tentang traktir itu?" tanya Grameisya.


"Tentu saja, aku ingin merasakan bagaimana rasanya di traktir orang," ucap Alneozro tersenyum.


"Karena kau sudah membantuku banyak, jadi kamu boleh makan sepuasnya," ucap Grameisya.


"Oke! Kamu jangan menyesal nanti," ucap Alneozro.


"Asalkan tidak menghabiskan 40 M ku," ucap Grameisya.


"Oke, aku tunggu kamu di restoran. Aku akan kirim alamatnya nanti," ucap Alneozro.


Panggilan pun di putuskan.


Grameisya melihat ponselnya dan ia terdiam sejenak.


Sejak kapan ia bisa sedekat ini dengan pria itu?


Di saat yang lain sangat ingin mendekati pria itu, sedangkan ia biasa saja dengannya, tapi entah kenapa ia bisa sedekat ini dengan pria yang tidak pernah ia harapkan hadir dalam hidupnya.


☘️☘️☘️☘️☘️


Waktunya pulang sekolah, seperti yang di janjikan, Alneozro mengirimnya pesan.


"Pak, kita pergi ke restoran Mikayla," ucap Grameisya.


"Baik Nona." angguk Pak Ahmad.


Berita masalah kematian Andes sudah menyebar di mana-mana dan penyebabnya adalah Mila.


"Nona, di saat seperti ini, apa tidak apa-apa Anda keluar? Takutnya nanti Anda di kerumuni para wartawan," ucap pak Ahmad khawatir.


"Tidak apa-apa, aku bisa menjelaskan berita yang simpang siur ini," jawab Grameisya.

__ADS_1


__ADS_2