TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 160


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


Hendri bangun lalu melayangkan tendangannya ke arah kaki Fazri lalu memukul perutnya.


Fazri mengangkat tangannya pertanda ia tak mampu lagi untuk bertanding.


Hendri menang dengan total 30 poin.


'Entah mengapa tanganku gatal ingin menghajar mereka semua agar cepat selesai,' batin Grameisya.


Peserta selanjutnya di panggil ke depan lagi.


Sudah ada 5 pemenang dan 5 orang kalah.


"Selanjutnya, Grameisya melawan Hany," ucap Pak Ali.


Rasanya baru semangat. Dari depan Alneozro melayang senyumannya ke arah Grameisya.


Grameisya pun memberi hormat dan kemudian berjalan menuju ke tengah-tengah Aula.


Kedua peserta memberi hormat kepada penonton, kepada wasit dan sesama peserta.


"Baiklah, tidak perlu berlama-lama lagi. Mulai."


Buuk!

__ADS_1


Hany langsung tumbang karena mendapatkan serangan Grameisya yang secara mendadak.


Grameisya 50 poin.


Karena Hany tidak bisa bangun lagi ia pun di tereliminasi.


Alneozro berdiri, pemikirannya sama dengan Grameisya, ia tidak sabar harus menunggu satu persatu mereka harus berlawan, sedangkan nanti ada acara spesial untuknya.


Lagian, Grameisya butuh latihan extra, ia harus menjadi kuat untuk menghadapi ketua agen suatu hari nanti.


"Ada apa Tuan Alneozro?" tanya Kepala sekolah.


"Jika melihat sepeti ini akan sangat membosankan, aku ingin seluruh peserta untuk melawan Grameisya sendiri," ucap Alneozro.


Mereka semua terkejut.


"Sangat yakin," jawab Alneozro tersenyum melihat Grameisya.


"Grameisya, kamu sendiri gimana?" tanya pak Ali.


"Saya siap Pak," ucap Grameisya mengangguk.


"Kamu yakin? Itu ada 45 peserta lho," ucap pak Ali antara yakin dan tidak.


"Aku siap Pak, asalkan kali ini peraturannya di ganti," jawab Grameisya.


"Peraturan sepeti apa?" tanya pak Ali.


"Pertandingan bebas ini, bebas mau menendang bagian mana pun termasuk kepala dan ********," ucap Grameisya.

__ADS_1


"Bagaimana peserta yang lain, apa kalia setuju?" tanya Pak Ali.


"Sangat setuju Pak," ucap Ferdi berdiri tersenyum sinis melihat Grameisya.


'He-he-he, ini kesempatan ku untuk membalaskan dendamku karena kau sudah mengalahkan ku di pertandingan sebelumnya. Aku akan berterima kasih dengan baik kepada Tuan Alneozro karena mengubah pertandingan ini,' batin Ferdi tersenyum licik.


"Baiklah kalau begitu. Untuk kamu Grameisya, kamu kalau sudah tidak sanggup lagi kamu angkat tangan mu ya, wasit akan segera menolong mu," ingat pak Ali.


"Iya." angguk Grameisya.


Pertandingan pun di mulai, Grameisya berdiri di tengah-tengah dan di kelilingi oleh para peserta yang lain.


"Baiklah, untuk seluruh peserta. MULAI!"


Mereka pun menyerang Grameisya, Grameisya membungkukkan badannya dan keluar dari lingkaran tersebut.


"Eh, kemana dia pergi?" tanya mereka saat melihat Grameisya menghilang.


"Dia di sana," ucap mereka menunjuk ke arah Grameisya yang berdiri di tepi aula sendirian.


Ia tersenyum sinis berlari dan masuk dalam keramaian itu.


Grameisya menangkap kerah baju salah satu peserta lalu melemparkan ke arah peserta yang lain.


Ia pun rolling lalu berdiri di depan salah satu peserta, ia menarik tangan peserta itu lalu melemparnya lagi ke arah peserta yang menyerbunya dan mereka saling berjatuhan.


Grameisya melompat ke atas lalu menendang peserta yang lain lalu menarik kakinya dan ia lempar lagi ke arah peserta yang lain.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

__ADS_1


__ADS_2