TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 184


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


"Beraninya kalian menyakiti Papaku! Aku tidak akan mengampuni kalian!" teriak Grameisya geram.


Grameisya pun berlari ke arah 3 pria itu dan langsung melancarkan serangannya.


Grameisya menendang salah satu pria itu dan langsung menghempaskan ke tangga.


Duakk!


Grameisya melayangkan lagi tendangannya dan menendang kepala pria yang lain dan pria itu pun terjatuh.


Datang temannya yang satunya melayangkan tinjunya ke arah Grameisya. Grameisya menangkapnya dan menariknya ke belakang dan menendang perut pria itu beberapa kali lalu membantingnya ke tembok.


Duaakk!


Pria yang tadi hanya di tendang Grameisya tadi bangun kembali dan Grameisya langsung menendangnya lagi dan pria itu kembali terjatuh. Grameisya menarik kerah baju pria itu lalu melemparkannya ke tengah jalan dan ia pun menabrak mobil yang sedang melintas.


Duaakk!

__ADS_1


"Aaaakkkk!" teriak pria itu setelah terbentur dengan mobil yang lewat tadi.


"Siapa yang melakukan ini Papa?" tanya Grameisya.


"Heru, tapi sepertinya dia sudah kabur," ucap Deval.


"Kenapa Papa ke sini?" tanya Grameisya.


"Papa tadi di telpon oleh seseorang mengatakan jika Heru kecelakaan di tabrak mobil, setelah sampai di sini Papa malah di suruh bayar hutang judi Heru, Papa nggak mau bayar dan Papa pun di hajar mereka," jawab Deval.


"Sial! Siapa yang menyuruh Papa yang bayar sedangkan Heru mereka biarkan melarikan diri! Ayo masuk ke dalam!" ajak Grameisya memanas.


"Tidak usah Grameisya, udah kita pulang saja," ucap Deval memegang tangan Grameisya.


Grameisya menarik kerah baju salah satu pria itu dan membawanya masuk ke dalam dengan menyeret pria itu.


Melihat Grameisya menarik anak buahnya salah satu pria berdiri.


"Kamu apakan anak buahku!" tanya pria itu terkejut.


"Oh, jadi kau bosnya," ucap Grameisya melempar pria itu ke depan tepat di kaki pria tersebut.


Pria itu menatap Grameisya dengan terbelalak.

__ADS_1


"Kau yang sudah menyuruh mereka memukul Papaku kan? Kenapa aku tidak boleh memukul mereka juga? Apa kau juga ingin merasakan pukulan ku?" tanya Grameisya.


"Kau gadis kecil tapi sangat berani ya? Aku suka gadis seperti mu. Heru benar karena sudah menawarkan mu, dia bilang dia punya anak perempuan yang cantik dan mengiurkan, ternyata benar. Kalau begitu kemarilah cantik," ucap Pria itu tersenyum mesum.


"Heru benar-benar keterlaluan! Dia ingin menjual anakku untuk membayar hutangnya!" ucap Deval geram.


"Karena kau sudah ada di sini, maka temani Om untuk membayar hutang Pamanmu itu," ucap pria itu.


"Ayo bawa ke kamar ku, jika di berontak pakai cara kasar," ucap pria itu terlebih dahulu berjalan untuk menuju ke kamarnya.


"Kau ingin membawa wanita ku ke mana?" tiba-tiba saja terdengar suara seorang pria yang mereka kenal.


Alneozro datang bersama beberapa pengawalnya.


Pria itu terkejut saat melihat Alneozro datang.


"Alneozro? Kenapa dia ada disini?" tanya Grameisya menekuk alisnya.


"Kalau aku tidak datang bagaimana dengan nasib kekasihku," ucap Alneozro tersenyum sambil merangkul Grameisya.


"Heh! Aku bisa menyelesaikannya," ucap Grameisya melipat tangannya.


"Bakar tempat ini! Bakar sampai jadi abu!" perintah Alneozro kepada pengawalnya.

__ADS_1


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2