TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 74


__ADS_3

Happy reading 🥰🥰


-


❤️❤️❤️


"Sekretaris Adel. Ayo kita ke tempat lain," ajak Grameisya.


" Ada yang ingin Nona tanyanya?" tanya sekretaris Adel.


"Iya." angguk Grameisya.


Mereka pun pergi.


"Ke kamar ku saja," ajak Grameisya.


Mereka berdua masuk ke dalam kamar Grameisya.


"Nona pasti ingin menanyakan kematian Tuan besar Andes kan?" tebak sekretaris Adel.


"Iya, aku dengar dia pas sekaratnya di kantor ya, berarti sekretaris Adel ada donk di perusahaan," ucap Grameisya.


"Benar Nona. Tuan besar Andes sekarat di kantor dan aku ada di sana," jawab sekretaris Adel seperti penuh penyesalan.


"Apa yang terjadi?" tanya Grameisya.


Sekretaris Adel tidak menjawabnya. Ia mengambil ponselnya lalu memutar video tersebut dan memberikan kepada Grameisya.

__ADS_1


Grameisya melihat rekaman CCTV yang di salin ke ponsel itu dengan saksama.


"Kenapa bisa jadi seperti ini, bukannya jika seseorang tidak mau di wawancara seharusnya wartawan tetap menghormati keputusan dari orang tersebut. Tapi kenapa mereka melanggarnya? Mereka seolah-olah tidak takut sesuatu hal terjadi?" tanya Grameisya menekuk alisnya.


Grameisya melihat lagi dan seperti ada kejanggalan.


"Sekretaris Adel, TV FF5 itu siaran tv apa? Apa stasiun TV baru? Kok aku baru tahu?" tanya Grameisya.


"TV FF5? Seharusnya di kita ini tidak ada TV FF5. Nona! Jangan-jangan." Sekretaris Adel terbelalak menyadari sesuatu.


"Ya, ini mungkin TV palsu, mungkinkah ada dalang di balik ini semua?" tanya Grameisya.


"Astaga Nona! Aku baru menyadarinya," ucap sekretaris Adel merebut kembali ponsel tersebut dan melihat ulang video tersebut.


"Benar Nona, TV SS Art, TV Disk, TV LA, ini tidak ada di kota ini, ini mungkin beneran TV palsu yang sengaja membuat kekacauan di perusahaan. Nona punya ide?" tanya sekretaris Adel.


"Kita harus mencari mereka yang sudah berpura-pura menjadi wartawan itu, kamu pulang dan perbesar wajah mereka dan kirimkan kepada ku, kita akan cari tahu tentang mereka," ucap Grameisya.


Sebelum itu, Grameisya sudah meminta salinan video tersebut.


Satu persatu mereka yang melayat berpamitan untuk pulang, rumah masih tampak sepi dan mereka masing-masing masuk ke dalam kamar. Tidak ada lagi makan malam bersama.


Mereka lebih memilih untuk makan di kamar saja.


Triring! Triring!


Triring! Triring!

__ADS_1


"Halo," jawab Grameisya.


"Aku ada di mobil di ujung jalan, ke sinilah," pinta Alneozro.


"Kenapa kau belum pulang?" tanya Grameisya.


"Aku takut kau sedih, jadi aku ingin menemani mu," jawab Alneozro penuh perhatian.


"Dari pada kau menemani ku lebih baik kau bantu aku saja," ucap Grameisya.


"Bantu apa?" tanya Alneozro.


"Aku akan ke mobil mu sekarang," ucap Grameisya. Ia turun dari anak tangganya.


"Hey! Mau kemana kau malam-malam begini?" tanya Gladis.


"Bukan urusan mu," jawab Grameisya meninggalkan Gladis begitu saja.


Grameisya berjalan dan melihat sebuah mobil yang terparkir sekitar 100 meter dari rumahnya.


Grameisya membuka pintu mobil Alneozro dan masuk ke dalam.


Alneozro tampak senang atas kedatangan Grameisya. Ia melihat Grameisya tersenyum.


"Ada apa dengan mu?" tanya Grameisya melihat Alneozro senyam senyum.


"Hm ... eh, oh ya, bukannya kamu bilang minta tolong, tolong apa?" tanya Alneozro tersadarkan.

__ADS_1


'Astaga! Aku ini sungguh malu-maluin saja. Apa karena aku sedang di mabuk cinta?' batinnya.


❤️❤️❤️


__ADS_2